Koling cafe, Yogyakarta - kopi keliling dengan rasa masa kini

Tabloid Saji - Edisi 370
8 Desember 2016

Tabloid Saji - Edisi 370
Saji
Menikmati kopi tak harus selalu di dalam kafe. Di Yogyakarta, Koling Cafe membawa suasana kedai kopi kekinian justru ke jalanan. Dengan gerobak yang didesain unik, Koling Cafe menjajakan aneka kopi specialty racikan sendiri sambil berkeliling kota Yogyakarta. “Kami ingin lebih memperkenalkan kopi ke masyarakat,” ujar Nikolas Deni Firma (21), salah seorang pemilik Koling Cafe.

Bersama sang kakak, Donatus Dayu Pratama (23), Nikolas atau kerap disapa Niko mulai meluncurkan Koling Cafe sejak 2015 lalu. Dengan konsep jualan kopi menggunakan gerobak dan sepeda, mereka memiliki misi ingin menyajikan kopi specialty yang diracik sendiri di pinggir jalan, tanpa menyediakan kursi dan meja.

“Konsepnya take away dengan harga kopi yang murah. Jadi misi kami memang benar-benar ingin lebih memperkenalkan kopi,” jelas Niko. Ditilik dari harganya, Koling Café memang menyediakan aneka kopi dengan harga terjangkau. Kopi arabika, robusta, dan blend disajikan dengan harga mulai Rp 6 ribu hingga Rp 12 ribu per cangkir.

Jenis kopinya, tiap bulan diganti agar pembeli tak bosan dan bisa mencicipi rasa kopi yang lain. Niko yang merupakan mahasiswa jurusan pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) menjelaskan, biji kopi mentah yang mereka racik dicarinya sendiri.

Selanjutnya, biji kopi di-roast dan di-grind di markas Koling Cafe, sebelum dijajakan menggunakan sepeda dan gerobak.

Tersedia beberapa jenis kopi yang ditawarkan Niko melalui gerobaknya. Di antaranya kopi arabika asal Aceh, Solok, Bengkulu, Sindoro Sumbing (Temanggung). Di jajaran robusta, ada kopi Lampung, Thalap Temanggung, Candiroto (Temanggung), Aceh, dan Ijen (Jawa Timur).

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI