Nasi campur khas Korea

Tabloid Saji - Edisi 372
3 Januari 2017

Tabloid Saji - Edisi 372

Salah satu varian bibimbap yang terkenal adalah dolsot bibimbap, yaitu bibimbap yang dimasak dalam mangkuk batu yang dipanaskan dalam suhu tinggi. Saking panasnya, akan timbul suara berdesis kalau ada bahan makanan yang menyentuhnya. Mungkin mirip dengan piring hot plate yang kita kenal. Dengan panas tinggi pada mangkuk inilah telur mentah yang diletakkan di pinggiran mangkuk akan langsung matang. / Foto : Priyo

Saji
Kalau sering mampir ke restoran Korea, kita akan sering menemukan bibimbap dalam deretan menunya. Bibimbap ini memang makanan khas Korea. Nasi hangat disajikan bersama toping berupa sayuran yang ditumis dan siraman saus cabe gochujang yang khas, kecap serta pasta kedelai yang difermentasi (doenjang).

Pada bibimbap sering juga ditambahkan telur (mentah ataupun goreng) atau irisan daging sapi yang sudah ditumis dengan minyak wijen, kecap dan bawang putih. Sajian panas ini diaduk rata sebelum disantap. Itulah asal dari namanya, bibimbap, yang secara harfiah berarti ‘nasi campur’.

Ragam sayuran yang biasa ada dalam bibimbap adalah wortel, jamur, bayam dan tauge. Bayam dan taoge biasanya direbus lalu ditumis sebentar dengan minyak wijen. Sementara wortel dan jamur cukup ditumis sebentar dengan sedikit minyak.

Menurut sejarahnya, bibimbap sudah ada sejak awal abad ke- 20. Biasanya orang Korea menyantapnya di malam tahun baru yang memakai sistem kalender Lunar Year. Konon, sebelum tahun baru, semua sisa bahan-bahan makanan harus dihabiskan. Jadilah mereka menyatukan semua bahan tersisa itu bersama nasi dan menjadikannya nasi campur. Ingin mencoba membuat bibimbap? Tidak sesulit dugaan kita, lho. Simak panduannya melalui dua resep berikut ini.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI