Uniknya rempeyek bertabur petai

Tabloid Saji - Edisi 373
16 Januari 2017

Tabloid Saji - Edisi 373

Nah, ini rempeyek gaya baru yang taburannya bukan hanya kacang tanah, kacang hijau, teri, atau rebon udang. Tetapi aneka bahan lain yang bikin kita terkejut-kejut. Bagaimana tidak kalau Peyek Judes dari Bandung ini menawarkan rempeyek bertabur petai. Unik, bukan? / Foto : Miftakh

Saji
Sejak beberapa bulan lalu sejumlah restoran khas Sunda di Bandung dan kawasan Jabodetabek, terlihat memajang produk rempeyek yang unik yang taburannya tak biasa. Di antaranya kacang almon, mete, kacang cabai, hingga irisan petai.

Usut punya usut ternyata rempeyek dalam kemasan plastik bermerek “Peyek Judes” ini merupakan hasil kreasi Sri Andriani (41). “Saya tertarik membuat rempeyek karena banyak penggemarnya.

Tinggal dikreasikan jadi lebih menarik saja,” ujarnya.

Awalnya, perempuan yang akrab disapa Andri ini, tertantang mengeluarkan varian rempeyek yang berbeda demi semakin menarik pembeli. Maka terciptalah rempeyek unik yang sekarang banyak dicari orang.

Selain punya taburan unik, rempeyek buatan Andri ini sangat renyah dan gurih.

Digoreng menggunakan cetakan khusus sehingga bentuknya bundar dan rapi, berdiameter 5 cm.

Dari semua varian yang dijualnya, rempeyek petai mampu menarik perhatian orang. Petainya berasal dari petai segar yang diiris tipis. Tanpa perlakuan khusus, petai bisa langsung digoreng bersama adonan rempeyeknya hingga renyah.

Khusus rempeyek petai, kata Andri, hanya bisa bertahan selama seminggu karena menggunakan bahan basah, sedangkan rempeyek jenis lain seperti almon, mete, dan kacang cabai bisa bertahan hingga 1 bulan.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI