Bolu kamboja barkah, Medan

Tabloid Saji - Edisi 373
16 Januari 2017

Tabloid Saji - Edisi 373

Bentuk kue bolu khas Melayu agak berbeda bila dibandingkan kue bolu pada umumnya. Masyarakat Melayu secara umum menyebutnya kue bolu kamboja, sesuai bentuknya. Sebagian menyebutnya kue bolu kemodjo. Di tengah komunitas masyarakat Melayu, kue ini selalu tersaji sebagai penganan khas yang tak boleh dilupakan. / Foto : Sita, Rai, Iman

Saji
Tekstur kue bolu kamboja agak padat, mirip kue bolu yang bantat. Kendati demikian, kue bolu yang umumnya dibuat berwarna hijau ini sangat dihormati oleh masyarakat suku Melayu sejak dahulu kala. Apalagi, kue bolu kamboja selalu dihadirkan dalam acara-acara yang dihelat keluarga kerajaan.

Seiring waktu, kue bolu kamboja tak sekadar menjadi hidangan bagi keluarga kerajaan saja. Pada setiap hari raya, kue ini kerap tersaji di meja tamu. Bahkan kini kue bolu kamboja telah menjadi peluang usaha kuliner yang menjanjikan. Salah satu yang menjadikan kue bolu kamboja sebagai produk andalannya adalah Barkah (37).

“Sejak saya kecil, sudah tahu kue bolu ini. Bahkan saya terbiasa melihat ibu saya membuatnya setiap hari raya atau ketika ada acara yang digelar di rumah. Tapi belakangan, kue bolu kamboja banyak disajikan untuk dimakan sehari-hari,” papar Barkah.

Karena seringnya melihat sang ibu membuat kue bolu kamboja, Barkah pun menjadi sangat gemar menyantap kue bolu tersebut. Hingga suatu hari Barkah terpikir untuk menjadikan kue khas Melayu ini sebagai peluangnya untuk meraih rezeki, sekaligus melestarikan warisan budaya kuliner Melayu.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI