Pedagang kaki lima masuk istana

Tabloid Saji - Edisi 374
16 Januari 2017

Tabloid Saji - Edisi 374

Ada yang menarik pada sidang kabinet paripurna yang digelar Presiden Joko Widodo bersama para menterinya di Istana Bogor, Rabu (4/1) lalu. Menarik, karena Presiden Jokowi mengundang sejumlah pedagang kaki lima masuk ke dalam Istana Bogor untuk menyuguhkan makanan jualan mereka kepada para menteri peserta sidang untuk bersantap siang. Ada penjual sate, nasi goreng, mi goreng, dan sekoteng, yang selama ini sudah menjadi langganan Pak Presiden dan keluarganya. / Foto : Miftakh F

Saji
Siapa yang tak senang bertemu langsung Bapak Presiden? Tak terkecuali para pedagang kaki lima yang sehari-hari berjualan di tepi jalan.

Apalagi para pedagang kaki lima ini diminta khusus oleh Presiden RI Joko Widodo untuk hadir di Istana Bogor dan menyajikan makanan dagangan mereka sebagai suguhan makan siang para peserta sidang kabinet paripurna, yang tak lain adalah para menteri.

Salah satu yang mendapat undangan kehormatan ini adalah Agus Busyri (27), pedagang sate Madura yang biasa mangkal di kawasan Jembatan Merah, Bogor. Agus mengaku dihibungi oleh staf Kepresidenan pada Selasa (3/1) malam untuk datang ke acara sidang kabinet keesokan harinya.

Lantaran dihubungi sangat mendadak, Agus yang baru lima tahun berjualan sate ini mengaku sempat panik. Ia bahkan tak sempat menyiapkan sate kambing dan hanya sanggup menyediakan sate ayam saja.

“Pihak Presiden pesan sebanyak 125 porsi. Malam itu saya langsung dibantu keluarga saya yang memang sesama penjual sate menyiapkan sate ayam,” kisah Agus yang meneruskan usaha sang ayah yang sudah berjualan sate selama 20 tahun di Bogor.

Subuh keesokan harinya, Agus mulai membakar satenya 1/2 matang agar sampai di Istana ia bisa lebih cepat menyajikan satenya untuk Presiden dan para menteri. Tepat pukul 10.00 pagi, Rabu (4/1), Agus bersama gerobak satenya diboyong ke dalam Istana Bogor.

“Jam 11.00 saya mulai memanggang satenya. Jam 12.00 siang tepat, tamu Presiden makan siang. Sate ayam saya Alhamdulillah langsung habis,” cerita Agus senang.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI