Cita rasa otentik

Tabloid Saji - Edisi 376
2 Maret 2017

Tabloid Saji - Edisi 376

Solo selalu menghadirkan kenangan akan suasana kotanya yang tenang, serta ragam kulinernya yang mampu membuat ingin datang lagi. Meski tak luput dari serbuan tren kuliner asal negeri ginseng atau makanan serba kekinian, namun kuliner legendaris dan khas Solo justru selalu menjadi destinasi utama para pelancong. / Foto : Gonang S

Saji
Pada tenda depan warungnya, tertulis Tahu Kupat Pak Jo. Meski begitu, pemilik warung yang menjual tahu kupat ini lebih populer dengan sebutan Pak Brewok. Pemilik nama lengkap Sakijo yang kerap disapa Pak Jo ini, memang selalu tampil brewokan. Ia sudah berjualan tahu kupat sejak 1978.

Pak Brewok mengawali berjualan tahu kupat dengan berkeliling di sekitar Pasar Nangka, Manahan sampai kawasan Balekambang. Menjajakan tahu kupat secara berkeliling ditekuninya selama 16 tahun, hingga akhirnya mangkal secara tetap di Pasar Nangka.

Kebetulan pemilik tanah kosong di sana mengizinkannya untuk berjualan. Di tempat itu, Pak Brewok berjualan selama 12 tahun. Ketika sang pemilik akan menggunakan lahannya, terpaksa Pak Brewok harus berpindah tempat, tak jauh dari tempat lama.

Tempatnya terkesan mewah dan klasik karena RM Pecel Solo menggunakan banyak ornamen antik bernuansa khas Jawa. Tak hanya itu, menu yang tersedia di sini juga sangat khas Jawa, yakni sajian nasi pecel.

RM Pecel Solo milik Hengly Herendra ini berdiri sejak 2004. Tersedia dua jenis menu pecel sebagai sajian utamanya. Yakni pecel solo yang menggunakan sambal kacang dan pecel ndeso yang menggunakan sambal wijen yang berwarna hitam. Menu khas lainnya, ada garang asem ayam dan nasi liwet yang merupakan masakan khas Solo, gudeg, sampai ketupat sambal.

Menyantap pecel berarti menikmati sayur-mayur. Dalam satu porsinya terdapat tak kurang dari 10 jenis sayuran.

Seperti kuntut (jantung pisang), bunga turi, kenikir, kacang panjang, daun singkong, daun pepaya, kecambah, bayam, mbayung (lembayung), dan kecipir. Sedangkan pecel ndeso masih ditambah lalapan mentah.

pengunjung akan menjumpai banyak penjual minuman penyegar khas Kota Solo, yakni dawet telasih. Salah satu yang paling legendaris adalah Dawet Telasih Bu Dermi, yang terletak agak masuk di dalam pasar.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI