Renyahnya rempeyek kangkung

Tabloid Saji - Edisi 385
5 Juni 2017

Tabloid Saji - Edisi 385

Kini ada rempeyek kangkung yang akan Sajiers temukan di banyak toko oleh-oleh khas Lombok / Foto : Miftakh F

Saji
Olahan rempeyek kangkung khas Lombok merupakan hasil kreasi pasagan suami istri Widiyanto (38) dan Yeny Rustin (37). “Kami ingin membuat makanan khas yang baru sebagai oleh-oleh dari Lombok,” terang Widi dengan logat Sasak yang kental.

Pria asal Banyuwangi ini sejak kecil sudah hijrah ke Lombok, sehingga ia memiliki cita-cita bisa membuat produk makanan khas menggunakan bahan khas lokal sekaligus semakin mengangkat citra Lombok.

“Lombok adalah penghasil rumput laut. Selain itu, Lombok juga terkenal dengan kangkungnya yang besar dan renyah teksturnya. Nah, akhirnya saya padukan keduanya jadi satu untuk dijadikan bahan rempeyek,” paparnya.

Hingga saat ini, Widi telah memproduksi 4 varian rempeyek kangkung campur rumput laut. Ada versi original, pedas, seledri, dan teri pedas. Rempeyeknya terasa gurih dan renyah. Benar-benar nikmat dijadikan camilan, dengan irisan rumput laut dan kangkung yang memberikan corak hijau pada permukaan rempeyeknya.

Harga rempeyek kangkung rumput laut buatan Widi dijual Rp 25 ribu yang dibungkus dengan plastik tebal seberat 200 gram, yang tersedia di puluhan toko oleh-oleh yang tersebar di Lombok.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI