Perpaduan cita rasa tradisional & Eropa dalam klep

Tabloid Saji - Edisi 384
5 Juni 2017

Tabloid Saji - Edisi 384

Sajiers pasti sudah akrab dengan klepon. Kue bulat kecil berwarna hijau, berisikan gula jawa dan bertabur parutan kelapa. / Foto : Gonang s

Saji
Apa yang ada dalam benak Sajiers ketika melihat klepon tidak lagi tampil sebagaimana mestinya? Tidak lagi berwarna hijau dan tidak lagi sekadar berisi gula merah. Tentu bikin pensaran, bukan? Dede Herdiansyah lah sosok di balik inovasi klepon yang ditampilkan dengan cita rasa masa kini.

“Rasa manis pada gula jawa sebagi isi klepon saya ganti dengan cokelat. Sensasi rasanya tentu jadi berbeda ketika dinikmati. Menurut orang-orang yang penasaran lalu mencoba, rata-rata memberi komentar positif terhadap klepon isi cokelat buatan saya,” tutur Dede senang.

Pria bujang berusia 26 ini mengawali bisnis kulinernya pada 2015. Bukan tanpa alasan bila ia akhirnya memilih menekuni usaha klepon. Dede mengaku prihatin dengan semakin terpinggirkannya kuliner tradisional Nusantara, terutama di kalangan anak muda.

“Mereka lebih akrab dengan ramen, kentang goreng (french fries), pizza, dan makanan western lainnya,” imbuhnya. Anak muda sekarang dinilai tidak akrab dengan kuliner khas Indonesia, termasuk jajan pasar dan salah satunya klepon.

Dede ingin mengajak anak muda masa kini untuk lebih mengenal makanan tradisional warisan Nusantara. Agar cita rasanya pas dengan lidah anak muda, ia memberi sentuhan rasa Eropa atau kekinian melalui isi cokelat untuk menggantikan gula jawa sebagai isi klepon.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI