Keripik tape singkong

Tabloid Saji - Edisi 382
5 Juni 2017

Tabloid Saji - Edisi 382

Kota Bandung sangat populer dengan wisata kulinernya. Salah satu makanan khas yang kerap dijadikan oleh-oleh dari Kota Kembang ini adalah tape singkong atau dalam bahasa Sunda disebut peuyeum. Nah, untuk menikmati manisnya peuyeum kini bisa lebih bervariasi. Karena di Bandung ada yang berhasil mengubah tape singkong ini menjadi keripik. Bagaimana rasanya? / Foto : diana

Saji
Di tangan Indri Meilandi, tape singkong atau peuyeum berhasil diubah menjadi camilan manis renyah. Meski cita rasa manisnya masih terasa, namun Indri menjamin, aroma khas peuyeum yang menyengat jadi sama sekali tak tercium dan terasa saat dimakan. Sehingga, olahan peuyeum kreasi wanita kelahiran 1981 ini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Apalagi Indri membuat pikyeum dalam dua varian rasa yang menarik, yakni coklat dan susu.

Camilan renyah ini diberi nama pikyeum atau akronim dari keripik peuyem. Ide membuat pikyeum tercetus ketika Indri sempat mengikuti program pencetakan 100 ribu wirausaha baru Jabar pada 2016 lalu. “Awal ikut acara, saya sempat bingung mau bikin apa. Lalu terpikir untuk mengkreasikan peuyeum, yang memang merupakan makanan khas Bandung,” tutur Indri dengan logat Sundanya yang kental. Dari situlah Indri mulai menekuni usahanya hingga kini.

Ketika memulai usaha, selama 3 bulan, Indri belum berhenti melakukan uji coba demi mendapatkan formula yang tepat untuk membuat keripik peuyeum yang renyah dan enak. Selama itu, Indri mengaku tak mengalami kesulitan berarti. Sebab sebelumnya Indri pernah bekerja dibidang riset produk makanan.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI