Kreatif mengolah salak, jadi selai hingga sambal

Tabloid Saji - Edisi 389
19 Juni 2017

Tabloid Saji - Edisi 389

Pernahkah Sajiers membayangkan menyantap nasi hangat dengan sambal salak? Atau menikmati legitnya brownis bertabur irisan buah salak di dalamnya? Bahkan kue kering berbahan salak, hingga selai salak untuk roti pun tersedia. / Foto : visual michael w. a.

Saji
Sosok yang tak bisa lepas dari beragam olahan buah salak yang kreatif adalah Shelly Ang (42), sang pemilik usaha Salaku dari Bekasi. Dari tangannya lahir beragam produk inovatif yang menggunakan bahan salak, yang kini telah dikenal sebagai salah satu menjadi oleh-oleh khas Bekasi.

"Saya pikir, cukup banyak penggemar buah salak. Namun masih jarang sekali kreasi olahannya, khususnya di Bekasi. Jadi saya ambil inisiatif sebagai pelopor olahan buah salak di Bekasi,” tutur perempuan ramah ini. Beberapa produk berbahan buah salak sudah diproduksi Shelly sejak 2 tahun lalu. Di antaranya brownis, kue kering, minuman sari salak, selai, hingga asinan dan sambal.

"Saat ini saya juga sedang menjajaki untuk memproduk yang sifatnya renyah, yaitu kerupuk salak. Termasuk kopi salak, yang memanfaatkan biji salak yang diolah menjadi bubuk seduh layaknya kopi,” urainya. Untuk membuat beragam varian produk salak ternyata berbeda-beda tekniknya. Seperti untuk membuat brownis salak, ternyata salak perlu diproses terlebih dulu secara khusus.

"Intinya harus dikurangi dulu kadar cairan dalam buah salak, dengan cara dipanaskan,” ujar Shelly. Selain meningkatkan rasa salaknya, juga membuat salak jadi lebih tahan lama. Brownis salak yang ia produksi memiliki irisan buah salak yang dibuat lebar, baik di dalam adonan maupun sebagai topingnya.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI