Paduan bakso hamil & lobster air tawar

Tabloid Saji - Edisi 389
19 Juni 2017

Tabloid Saji - Edisi 389

Jangan sebut sebagai pencinta bakso sejati jika belum mencicipi keunikan cita rasa Bakso Lobster Reuneuh yang ada di Bandung. / Foto : visual michael W.A.

Saji
Pemilik kedai sekaligus kreator Bakso Lobster Reuneuh, Agung Santoso, mengaku sengaja menggabungkan lobster dan bakso, agar hidangan yang punya banyak penggemar ini tampil lebih unik. Apalagi, kata Agung, lobster menjadi salah satu seafood yang selalu dicari banyak orang.

Di kedai yang berada di tepi Jalan Cilaki ini, Agung menyediakan bakso dengan tambahan lobster air tawar. Menurut Agung, lobster jenis ini tak memiliki kandungan kolesterol tinggi dibandingkan lobster air laut, sehingga dianggap lebih aman dikonsumsi.

“Dengan punya usaha bakso lobster, saya bisa sekaligus membudidayakan lobster air tawarnya juga. Biasanya, kan lobster air tawar dalam negeri lebih banyak diekspor dan masih jarang yang membudidayakannya,” ungkap pria kelahiran 1987 itu.

Sebelum disajikan bersama bakso, lobster disikat untuk membersihkan kotoran yang melekat pada cangkangnya. Lalu direbus dan dibumbui garam, merica, jeruk nipis hingga mendidih. Untuk memudahkan pembeli menyantap isi lobster, Agung mengerat cangkang dari kepala, badan, hingga ekor.

Lobster lalu direbus lagi dengan air rebusan baru, selama 5-7 menit dengan bumbu yang sama. Terakhir, lobster dikukus sambil dilumuri perasan air jeruk nipis. “Saat akan disantap, lobster dicelupkan sebentar ke dalam air panas agar hangat,” imbuh Agung yang memulai usaha sejak awal 2017.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI