Snack renyah aneka rasa, berbahan tepung semolina

Tabloid Saji - Edisi 388
19 Juni 2017

Tabloid Saji - Edisi 388

Asing dengan dunia kuliner, bukan berarti Sajiers tak bisa sukses menjalankan usaha makanan kecil. Itulah yang terjadi pada Nugraha (42). / Foto : visual michael w. a.

Saji
Sepuluh tahun menjadi karyawan perusahaan oli impor, Nugraha tentu sangat asing dengan dunia kuliner. Namun nasib membawa hidupnya justru harus bergelut dengan usaha makanan kecil hingga membawanya meraih sukses. Tentu saja Nugraha harus mulai dari awal demi mencoba peruntungan di usaha kuliner.

Setelah memutuskan berhenti bekerja dari perusahaan oli impor di tahun 2006, Nugraha bersama istrinya tertantang untuk memiliki usaha sendiri. Keduanya memilih usaha makanan kecil, yang dianggap lebih mudah diserap pasar dan bermodal kecil. Untuk mempersiapkan diri, mereka lantas mengikuti pelatihan yang diadakan sebuah perusahaan tepung ternama.

Mereka diajari mengolah pasta bentuk spiral (fusilli) yang terbuat dari tepung semolina (gandum keras), menjadi snack renyah yang dapat dijual dengan harga terjangkau. Nugraha mengawali usaha memasarkan pasta goreng berbumbu bubuk keju yang gurih dalam kemasan plastik kecil ke sekolah-sekolah, dengan harapan akan direspons dengan baik.

Akhirnya, Nugraha beralih memasarkan pasta gorengnya dengan cara titip jual ke warung-warung atau kios kecil. Harga jual pasta gorengnya Rp 500 per bungkus. Strategi yang dilakukan Nugraha mulai berbuah baik. Camilan renyah buatannya langsung mendapat respons baik.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI