Bubur ayam kuah kari, bertoping melimpah

Tabloid Saji - Edisi 387
19 Juni 2017

Tabloid Saji - Edisi 387

Ada begitu banyak pilihan kuliner yang bisa Sajiers cicipi ketika menyambangi kawasan Jakarta Utara. Dari makanan tradisional hingga yang bercita rasa oriental yang sedap aroma dan rasanya. / Foto : dian a. | visual michael W.A.

Saji
Meski hanya berjualan menggunakan gerobak, siapa sangka bubur ayam yang satu ini telah beroperasi sejak 1996 lalu. Pelanggannya pun datang dari berbagai kalangan dan wilayah. Sekilas, sajian bubur ayamnya tampak seperti bubur pada umumnya. Namun coba perhatikan topingnya, benarbenar melimpah.

Toping buburnya terdiri dari kacang kedelai goreng, irisan daun seledri, bawang goreng, daun bawang, kerupuk, emping, cakwe, hingga suwiran daging ayam tua bertekstur kering dan tebal yang sangat melimpah. Bahkan pelanggan bisa menambah aneka toping, tanpa dikenakan biaya tambahan.

Rasa bumbu kari berwarna kuning yang ditambahkan di atas bubur menjadi kunci kelezatan bubur ayam ini, sehingga mampu membuat pembeli datang lagi dan lagi. Bumbu karinya merupakan racikan sang pemilik usaha, Solikhin Prabowo.

“Selain menggunakan bumbu rempah, kuah karinya saya tambahkan air rebusan ayam. Jadi rasanya gurih,” ungkap pria yang akrab disapa Mayong.

Sementara sambalnya, terbilang sangat pedas dengan tekstur yang kental Per porsi bubur ayam harganya Rp 12 ribu. Untuk melengkapi saat bersantap bubur ayamnya, Mayong menyediakan beberapa pilihan sate dengan harga terjangkau, Rp 3 ribu per tusuk. Seperti sate usus, ampela, hati ayam, telur muda, hingga telur puyuh.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI