Abon Laos, olahan Laos berbumbu dengan cita rasa unik

Tabloid Saji - Edisi 399
30 November 2017

Tabloid Saji - Edisi 399

Para penikmatnya rata-rata berasal dari kalangan vegetarian.

Saji
Sajiers tentu terbiasa menikmati abon sapi atau ayam. Nah, di Pulau Dewata, Bali, ada abon yang terbuat dari laos alias lengkuas. Rasanya unik , gurih, dengan sensasi pedas yang menggelitik di lidah.

Penasaran dengan rasa uniknya? Abon laos berbumbu dengan cita rasa unik ini merupakan kreasi pangan yang dibuat Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Tani Yehembang di Bali. Salah satu pembuatnya, Ni Wayan Leri (44), mengatakan, munculnya ide pembuatan abon laos berawal dari sekadar coba-coba.

Diakui Wayan, uji coba produknya tak butuh waktu lama. Hanya saja, jumlah laos yang dibutuhkan harus banyak. “Misalnya, untuk membuat 1/4 kilogram abon laos, dibutuhkan 1 kilogram laos mentah,” papar Wayan.

Di samping itu, laos yang dipakai tak boleh ditanam di bawah pohon dadap. Alasannya, cita rasa abon laos akan pahit. Maka, pihaknya lebih memilih membeli laos segar langsung ke petani. Laos lalu diparut dan dicuci sebanyak tiga kali, agar rasa pedasnya berkurang. Setelah diperas airnya, laos dibumbui garam dan bawang putih yang dihaluskan.

“Laos parut yang sudah dibumbui digoreng hingga kecokelatan,” sambungnya. Abon laos dikemas dalam plastik ukuran 50 gram dan dijual seharga Rp 10 ribu. Biasanya, abon laos disajikan sebagai taburan di atas nasi atau bubur. Para penikmatnya rata-rata berasal dari kalangan vegetarian.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI