Pretzel, cita rasa klasik kue khas Eropa

Tabloid Saji - Edisi 398
4 Desember 2017

Tabloid Saji - Edisi 398

Ciri khas dari kue khas Eropa ini terlihat dari bentuknya yang berupa simpul.

Saji
Tak ada yang tahu persis di mana dan kapan pertama kali pretzel muncul. Sejumlah sumber memberikan informasi berbeda untuk waktu dan tempat asli di mana awalnya pretzel diciptakan. Pretzel ditrengarai pertama kali muncul di Italia.

Hal ini mengacu pada The History of Science and Technology karya Bryan Bunch dan Alexander Hellemans, yang mengklaim, pada 610 Masehi pretzel lahir setelah zaman Kristus. Konon, di masa itu seorang pendeta dari Italia menemukan pretzel sebagai hadiah untuk anak-anak yang sedang belajar doa-doanya.

Ia menyebutnya garis dari adonan yang dibakar lalu dilipat agar menyerupai lengan-lengan yang bersilangan di dada, yang dalam bahasa Italia disebut pretiola (hadiah kecil). Kendati tak ada sumber sahih yang bisa memperkuat sejarah lahirnya pretzel, sejumlah dokumentasi memperlihatkan bentuk kue pretzel digunakan pada lencana/simbol toko roti Guild di selatan Jerman, pada 1111 Masehi, setelah Kristus.

Lalu di abad ke-12 setelah Kristus, Hirtus Deliciarum dari barat daya Jerman Alsace/Elsash juga menggunakan simbol yang sama. Seiring waktu, pretzel populer sebagai kue berbentuk sangat khas, yakni berupa simpul. Bisa dibuat dengan rasa asin/gurih atau sedikit manis. Teksturnya ada yang lunak, ada pula yang keras.

Adonan pretzel terbuat dari tepung terigu, air, gula, ragi, serta ditaburi garam kasar. Pretzel yang keras, telah dikembangkan ke beberapa variasi bentuk. Dari bentuk simpul berputar, hingga berbentuk lurus atau disebut tongkat pretzel. Di beberapa negara di Eropa disebut “Salzstangen” atau tongkat garam karena kue ini ditaburi garam. Sementara di Hungaria, kue ini disebut Ropi.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI