Rupa-rupa jahe

Tabloid Saji - Edisi 407
9 Maret 2018

Tabloid Saji - Edisi 407

Bila Sajiers hanya mengetahui satu jenis jahe saja, kini sudah saatnya mengenali beragam jenis jahe yang dapat dikonsumsi

Saji
Bila Sajiers hanya mengetahui satu jenis jahe saja, kini sudah saatnya mengenali beragam jenis jahe yang dapat dikonsumsi, baik sebagai bumbu rempah, bahan minuman hangat, kondimen suatu sajian, bahkan bermanfaat bagi kesehatan. Mari kita simak satu per saji jenis jahe, juga olahannya!

Jenis Jahe:
• Jahe Emprit Jahe emprit adalah jenis jahe yang memiliki ukuran ruas yang kecil. Kata emprit dalam bahasa jawa berarti kecil. Jahe jenis ini memiliki warna putih kekuningan, bentuknya agak pipih, dan banyak dimanfaatkan untuk pembuatan jamu atau minuman hangat. Aromanya kurang tajam dibandingkan jahe lainnya, namum memiliki rasa pedas yang paling tajam di antara jenis jahe lainnya.

• Jahe Merah Sesuai namanya, jahe jenis ini memiliki permukaan kulit berwarna kemerahan. Aromanya lebih tajam dibandingkan jahe emprit atau jahe gajah/jahe badak. Jahe merah lebih banyak mengandung minyak atsiri dibandingkan dua jenis jahe lainnya.

• Jahe Gajah/Jahe Badak Jahe gajah atau jahe badak memiliki ruas yang besar dan agak gembung, dengan warna permukaan kulit putih kekuningan, serta rasanya tidak terlalu pedas bila dibandingkan dengan jenis jahe lainnya.

Olahan Jahe:
1. Jahe Kering Produk olahan jahe ini merupakan jahe yang diiris halus lalu dikeringkan untuk mengurangi kadar airnya, hingga benarbenar kering. Jahe kering banyak dimanfaatkan dalam pembuatan minuman jahe bubuk hingga jamu. Daya tahan jahe kering bisa mencapai 6-7 bulan, namun aroma yang dimilikinya sudah mulai berkurang.

2. Manisan Jahe Di beberapa Negara, jahe diolah menjadi camilan yang memiliki khasiat untuk menyehatkan tubuh. Salah satunya di Hongkong, jahe banyak dibuat sebagai manisan kering.

Tabloid Saji dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI