Buku Salemba hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Setengah Abad Profesi Akuntansi

1 Pembaca
Rp 209.900 74%
Rp 55.000

Patungan hingga 5 orang pembaca
Hemat beli buku bersama 2 atau dengan 4 teman lainnya. Pelajari pembelian patungan disini

3 Pembaca
Rp 165.000 50%
Rp 27.500 /orang
Rp 82.500

5 Pembaca
Rp 275.000 60%
Rp 22.000 /orang
Rp 110.000

Perubahan terbesar dalam profesi akuntansi di dunia, termasuk Indonesia, terjadi dalam setengah abad terakhir. Setengah Abad Profesi Akuntansi menyajikan dinamika perjalanan panjang dari the Big Eight (delapan kantor akuntan peringkat teratas) pada akhir tahun 1950-an sampai menjadi the Big Four (empat besar) pada awal millennium ini. Perjalanan panjang ini diistilahkan oleh Penulis seperti judul film, Four Weddings, and a Funeral, yaitu melalui empat merger maha besar dan saru kematian.

Dari panggung dunia, pembahasan beralih kepada profesi akuntansi di Indonesia dalam 50 tahun terakhir. Sebagai kilas balik, buku ini mengulas keadaan profesi akuntansi di zaman penjajahan Belanda, lengkap dengan daftar kantor-kantor akuntan Belanda, ini diikuti dengan pembahasan mengenai tonggak-tonggak sejarah professi akuntansi, antara lain: berdirinya Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tanggal 23 Desember 1957; berdirinya lAl-Seksi Akuntan Publik pada tanggal 7 April 1977; latar belakang keluarnya Undang-Undang Nomor 34 tentang Pemakaian Gelar Akuntan dan Undang-Undang Nomor 8 tentang Wajib Kerja Sarjana; beroperasinya kantor-kantor akuntan asing melalui berbagai bentuk kerja sama; serta Rancangan Undang-Undang Akuntan Publik.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Theodorus Tuanakotta

Penerbit: Salemba
ISBN: 9789790618473
Terbit: Januari 2007, 484 Halaman

Ikhtisar

Perubahan terbesar dalam profesi akuntansi di dunia, termasuk Indonesia, terjadi dalam setengah abad terakhir. Setengah Abad Profesi Akuntansi menyajikan dinamika perjalanan panjang dari the Big Eight (delapan kantor akuntan peringkat teratas) pada akhir tahun 1950-an sampai menjadi the Big Four (empat besar) pada awal millennium ini. Perjalanan panjang ini diistilahkan oleh Penulis seperti judul film, Four Weddings, and a Funeral, yaitu melalui empat merger maha besar dan saru kematian.

Dari panggung dunia, pembahasan beralih kepada profesi akuntansi di Indonesia dalam 50 tahun terakhir. Sebagai kilas balik, buku ini mengulas keadaan profesi akuntansi di zaman penjajahan Belanda, lengkap dengan daftar kantor-kantor akuntan Belanda, ini diikuti dengan pembahasan mengenai tonggak-tonggak sejarah professi akuntansi, antara lain: berdirinya Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tanggal 23 Desember 1957; berdirinya lAl-Seksi Akuntan Publik pada tanggal 7 April 1977; latar belakang keluarnya Undang-Undang Nomor 34 tentang Pemakaian Gelar Akuntan dan Undang-Undang Nomor 8 tentang Wajib Kerja Sarjana; beroperasinya kantor-kantor akuntan asing melalui berbagai bentuk kerja sama; serta Rancangan Undang-Undang Akuntan Publik.

Pendahuluan / Prolog

Setengah Abad Profesi Akuntansi
Periode setengah abad dalam buku ini mempunyai dua makna. Pertama, suatu kurun waktu tanpa tanggal awal dan akhir yang eksak, namun dengan tonggak-tonggak sejarah yang penting. Kedua, dalam konteks Ikatan Akuntan Indonesia, kurun waktunya sangat tegas, yakni dari tanggal 23 Desember 1957 (tanggal berdirinya IAI) sampai dengan 23 Desember 2007.

Setengah abad dalam makna pertama dimulai dengan munculnya delapan kantor akuntan besar, sebagai bagian penting dari profesi akuntansi, tetapi masih dalam batas wilayah Amerika Serikat. Kelompok the Big Eight ini menempuh jalan Panjang sampai awal 2000-an, dengan segala pasang dan surutnya, melalui empat “perkawinan” (megamerger) dan “kematian” yang kedua. Dalam paham Darwinian, the Big Four yang ada sekarang ini adalah proses survival of the fittest. Sebagai kilas balik, diungkapkan “kematian” yang pertama, yakni kematian suatu kantor akuntan peringkat kedua.

Setengah abad dalam makna kedua menceritakan 50 tahun profesi akuntansi di Indonesia, juga dengan pasang-surutnya. Juga dengan kilas balik, yakni beberapa tahun masa penjajahan Belanda.


Penulis

Theodorus Tuanakotta - Theodorus M. Tuanakotta

Penulis adalah pengajar dan peneliti di Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (FEB-UI) sejak Februari 1968. Pensiun pada akhir Oktober 2010. Saat ini, Beliau masih mengampu mata kuliah AFAI (Akuntansi Forensik & Audit Investigatif) di Program Studi S-1 dan Program Magister Akuntansi (Maksi) FEB-UI. Penulis Meraih gelar Doktorandus Akuntansi dari FEB-UI dan Master of Business Administration dari Harvard University (Boston, Massachusetts, AS). Bernomor Register Akuntan 4.

Pengalaman sebagai akuntan publik selama 35 tahun; terakhir sebagai CEO & Managing Partner Hans Tuanakotta & Mustofa, member firm dari Deloitte Touche Tohmatsu di Indonesia. Menjadi Tenaga Ahli di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2004–2006 (menerima Satyalancana Wira Karya).

Dua bukunya, yakni “Setengah Abad Profesi Akuntansi” dan “Akuntansi Forensik & Audit Investigatif” memperoleh penghargaan buku teks dari Universitas Indonesia (2007). Buku-buku lainnya, antara lain: “Audit Kontemporer”, “Mendeteksi Manipulasi Laporan Keuangan”, “Berpikir Kritis dalam Auditing”, “Audit Berbasis ISA”. Buku-buku tersebut diterbitkan oleh Penerbit Salemba Empat.

Daftar Isi

Sampul depan
Prakata
Ungkapan Terima Kasih
Daftar Singkatan
Sinopsis
Daftar Isi Ringkas
Daftar Isi
Bagian Pertama. Kantor Akuntan Peringkat Teratas
     Bab 1. Mentari di Atas The Big Eight
          Pengantar
          Kilas Balik
          Perayaan Ulang Tahun Emas AIA
          Kasus McKesson & Robbins
          Hari-hari Cerah The Big Eight
     Bab 2.
Dua Macan Asia: SGV dan Tohmatsu
          Pengantar
          SGV: Engaged to All, Married to None
          Tohmatsu: Tanah Air Memanggil
          Penutup
     Bab 3.
Four Weddings and a Funeral
          Pengantar
          KPMG – 1987
          Ernst & Young – 1989
          Deloitte Ross Tohmatsu – 1989
          PricewaterhouseCoopers – 1998
          Catatan Akhir
          Lampiran 1. Four Weddings and a Funeral: 1987 – 2002
          Lampiran 2.
Sejarah The Big Four
     Bab 4.
Multidisciplinary Practices
          Pengantar
          Apa yang Terjadi
          Ada Apa di Balik MDP
          Pelajaran yang Bisa Ditarik
     Bab 5. Berandai-andai tentang Struktur Peringkat Teratas
          Structure–Conduct–Performance Paradigm
          Apa Alternatif Pemecahannya?
          Penutup
Bagian Kedua. Arthur Andersen
     Bab 6.
Sang Surya Memasuki Peraduannya
          Pengantar
          Arthur Andersen dengan Wajah Dr. Jekyll
          Andersen Berwajah Tuan Hyde
          Dari Dr. Jekyll ke Mr. Hyde
          Andersen: Sumber Inspirasi Para Kartunis
          Lampiran 1. Kebiasaan-kebiasaan yang Membinasakan Diri
     Bab 7. Death of an Accountant
          Pengantar
          Latar Belakang Kasus Enron dan Dinamika Menjelang Persidangan
          Para Juri Menyoroti Kasus Andersen
          Mengapa Bukan Kasus Slam-Dunk
          AA Mundur dari Praktek Audit
          Mahkamah Agung Membatalkan Pemidanaan AA
          Bagaimana Nasib David Duncan?
          Lampiran 1. Istilah Hukum
     Bab 8.
Kata-kata Terakhir Joe Berardino
          Pengantar
          Isi Wawancara Selengkapnya
          Lampiran 1.
Anotasi untuk Terjemahan Wawancara denganJoe Berardino
     Bab 9.
Dinasti Andersen: Dua Putra Mahkota
          Pengantar
          Systems Group Menjadi Administrative Services Division
          Pergeseran Kekuasaan
          Harvey Kapnick: Memandang Jauh ke Depan atau Gila Kuasa?
          Duane Kullberg: Keletihan dalam Upaya Mendamaikan
          Lawrence A. Weinbach
          Langkah-langkah Terakhir
          Pemenang Pertarungan Membuang Nama Dinasti
Bagian Ketiga.
Sarbanes-Oxley Act of 2002
     Bab 10. Pra-Sarbanes-Oxley Act
          Pengantar
          Semua The Big Five Bermasalah
          Arthur Levitt di SEC
     Bab 11.
Sarbanes-Oxley Act
          Pengantar
          Self-Regulation dan Self-Policing
          Sarbanes-Oxley Act
          Lampiran
1. The Sarbanes-Oxley Act of 2002
     Bab 12. Pasca-Sarbanes-Oxley Act
          Pengantar
          Kajian GAO: Accounting Firm Consolidation
          Kasus Pasca-Sox: KPMG dan E&Y
          Inspeksi PCAOB terhadap The Big Four dan Statistik Restatements
Bagian Empat.
Profesi Akuntansi di Indonesia
     Bab 13. Pra-Proklamasi Sampai Akhir Pemerintahan Ir. Soekarno
          Masa Pra-Proklamasi Kemerdekaan RI
          Dari Kemerdekaan Sampai Akhir Pemerintahan Ir. Soekarno
     Bab 14. Orde Baru Soeharto
          Penanaman Modal dan Masuknya Akuntan Asing
          Berdirinya IAI – Seksi Akuntan Publik
          Dampak Four Weddings and a Funeral di Indonesia
          Krisis Moneter dan IMF
          Lampiran 1. Beberapa Catatan dari dan mengenai Drs. Budi Soenasto
     Bab 15.
Reformasi Pasca-Soeharto
          Data Departemen Keuangan
          Data Pasar Modal
          Audit BUMN
          Data Deperindag – LKTP
          KAPA/OAA
          Data Lain, Termasuk Data AFA
          IAI-KAP Menjadi Institut Akuntan Publik Indonesia
          Kerja Sama Internasional
          Tantangan bagi Profesi Akuntansi
          Lampiran 1. Data Kantor Akuntan Publik 2004 – 2005
          Lampiran 2. Data Kantor Akuntan Publik yang Bekerja Sama dengan the Big Four
2004 – 2005
          Lampiran 3. Daftar Kantor Akuntan Publik Tanggal 31 Oktober 2007
     Bab 16. Menatap Hari Esok, Belajar dari Sejarah
          Tantangan dan Jawaban
          Self-policing yang Bertanggung Jawab
          Sox adalah Undang-undang Pasar Modal
          Manfaatkan Sox, Terapkan Asas Kepatutan
          Berandai-andai Mengatur OKAPI Peringkat Teratas
          Aturan Pidana bagi Akuntan Publik
          Pembinaan Akuntan Publik
          Hilangkan Artificial Barrier to Entry
          Catatan Akhir
Perspektif Sejarah (1950-an – 2000-an)
Catatan
Indeks
Kepustakaan
Sampul Belakang