Buku Salemba hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Strategi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus

1 Pembaca
Rp 259.900 21%
Rp 205.000

Patungan hingga 5 orang pembaca
Hemat beli buku bersama 2 atau dengan 4 teman lainnya. Pelajari pembelian patungan disini

3 Pembaca
Rp 615.000 50%
Rp 102.500 /orang
Rp 307.500

5 Pembaca
Rp 1.025.000 60%
Rp 82.000 /orang
Rp 410.000

Buku Strategi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus disusun sebagai respons atas model baru pengembangan ekonomi yang menekankan kolaborasi di antara pemerintah, perusahaan dan pelaku usaha, serta universitas dan lembaga riset di dalam berbagai level. Di dalam model pengembangan ekonomi ini, pembentukan kluster adalah salah satu kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, menstimulasi dan menciptakan inovasi, serta memfasilitasi komersialisasi. Pada akhirnya, kluster dapat menciptakan daya saing kompetitif dan penciptaan kemakmuran.

Buku ini disusun bukan hanya berdasarkan kepada teori ideal yang terkait dengan pengembangan strategi kluster, tetapi juga dilengkapi dengan contoh kasus riil yang dituliskan berdasarkan hasil riset/penelitian. Latar belakang tersebut menjadikan buku ini sebagai buku yang bukan hanya bersifat teoretis, tetapi juga contoh praktis yang dapat dijadikan pegangan dan panduan lengkap dan menyeluruh bagi pengembangan kluster. Setelah membaca buku ini, pembaca diharapkan dapat memahami dan mengetahui cara-cara pengembangan kluster berdasarkan teori yang ideal. Selain itu, pengalaman-pengalaman pembentukan dan pengembangan kluster yang telah ada di berbagai negara diharapkan dapat dijadikan pembelajaran agar tujuan pembentukan kluster dapat dicapai, yaitu pencapaian kesejahteraan bersama.

>> Kunjungi juga www.penerbitsalemba.com untuk melihat berbagai produk (buku) dan layanan Penerbit Salemba Empat.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Sari Wahyuni / Wahyuningsih

Penerbit: Salemba
ISBN: 9789790618992
Terbit: Agustus 2018, 242 Halaman

Ikhtisar

Buku Strategi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus disusun sebagai respons atas model baru pengembangan ekonomi yang menekankan kolaborasi di antara pemerintah, perusahaan dan pelaku usaha, serta universitas dan lembaga riset di dalam berbagai level. Di dalam model pengembangan ekonomi ini, pembentukan kluster adalah salah satu kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, menstimulasi dan menciptakan inovasi, serta memfasilitasi komersialisasi. Pada akhirnya, kluster dapat menciptakan daya saing kompetitif dan penciptaan kemakmuran.

Buku ini disusun bukan hanya berdasarkan kepada teori ideal yang terkait dengan pengembangan strategi kluster, tetapi juga dilengkapi dengan contoh kasus riil yang dituliskan berdasarkan hasil riset/penelitian. Latar belakang tersebut menjadikan buku ini sebagai buku yang bukan hanya bersifat teoretis, tetapi juga contoh praktis yang dapat dijadikan pegangan dan panduan lengkap dan menyeluruh bagi pengembangan kluster. Setelah membaca buku ini, pembaca diharapkan dapat memahami dan mengetahui cara-cara pengembangan kluster berdasarkan teori yang ideal. Selain itu, pengalaman-pengalaman pembentukan dan pengembangan kluster yang telah ada di berbagai negara diharapkan dapat dijadikan pembelajaran agar tujuan pembentukan kluster dapat dicapai, yaitu pencapaian kesejahteraan bersama.

>> Kunjungi juga www.penerbitsalemba.com untuk melihat berbagai produk (buku) dan layanan Penerbit Salemba Empat.

Pendahuluan / Prolog

Selayang Pandang: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Kawasan ekonomi khusus (KEK—special economic zone [SEZ]) adalah kawasan dengan batas tertentu yang tercangkup dalam daerah atau wilayah untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu. Kawasan ini dikembangkan lewat melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategi serta berfungsi menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional. Begitu pentingnya kawasan ini bagi perekonomian negara, pembangunan khusus maka perlu dilakukan agar wilayah ini tetap terjaga dan mampu mewujudkan kemajuan ekonomi yang diharapkan.

Pembangunan KEK diharapkan mampu mendongkrak investasi, memberikan hallo economy effect yang berkelanjutan, dan meningkatkan daya saing Indonesia. Pada awal 1980-an, hanya pemerintah yang memiliki peran dan kewajiban untuk mengembangkan perekonomian negara. Dalam perkembangannya, pengembangan ekonomi menjadi sebuah usaha kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, pelaku ekonomi, dan universitas, serta lembaga riset yang bekerja sama dan terintegrasi di berbagai level. Namun, para pelaku di lapangan masih banyak yang belum paham bagaimana cara memformulasikan strategi pengembangan kluster guna mendorong pembangunan ekonomi.

Kawasan ekonomi khusus (KEK) di Indonesia dikembangkan oleh Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Rep. Indonesia yang bekerja sama dengan badan usaha, pemerintah daerah (pemda), dan pemerintah pusat. Hingga 2018, telah terdapat 12 KEK yang tersebar dari barat hingga timur wilayah Indonesia.

Penulis

Sari Wahyuni - Sari Wahyuni, SIP., M.Sc., Ph.D.

Dosen senior di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB-UI). Penulis menyelesaikan studi S-1 dari Universitas Gadjah Mada (UGM), kemudian memperoleh gelar M.Sc. dan Ph.D. dari University of Groningen, Belanda. Karier internasionalnya dimulai ketika dia mengajar di Universiy of Groningen dan menjadi Associate Professor di Nottingham University, Malaysia Campus. Pada tahun 2006, ia memutuskan kembali ke tanah air (Indonesia) dan bergabung dengan FEB-UI.

Sejak 2003–2011, ia tercatat sebagai Visiting Profesor tahunan di University of Groningen Belanda untuk mengajar Local Economic Resource Development Programme. Sejak 2015–2017, aktif sebagai dosen tamu di ASERIC (Asean European Innovation Centre), Belanda untuk beberapa training (pelatihan) di Rotterdam, Belgia, dan London.

Ketertarikannya terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dimulai dengan keterlibatannya dalam beberapa riset international untuk pengembangan kluster dan menulis buku Competitiveness of Special Economic Zone: Comparison between Indonesia, Malaysia, Thailand, dan China. Aktif sebagai penulis di berbagai jurnal internasional, penulis adalah pendiri dari the South East Asean Journal of Management. Saat ini, penulis mengemban amanah sebagai President of Indonesia Strategic Management Society (ISMS).
Wahyuningsih - Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D.

Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Brawijaya Malang pada tahun 1995 pada Jurusan Manajemen. Gelar Master diperoleh dari The University of Groningen, The Netherlands dan gelar doctoral (Ph.D.) dari Monash University, Australia. Saat ini, ia menjadi Dosen Senior Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah. Kepiawaiannya dalam bidang manajemen tidak hanya di dunia akademisi, namun juga di-back-up dengan pengalamannya di dunia praktisi, yaitu dengan memberikan konsultasi manajemen pada beberapa perusahaan. Selain itu, ia merupakan staf ahli Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah bidang Ekonomi dan tim ahli Dewan Riset Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Wahyuningsih juga aktif menjadi pembicara di beberapa seminar, baik tingkat nasional maupun internasional.

Daftar Isi

Sampul depan
Prakata
Pendahuluan
Daftar Isi
Bab 1 Daya Saing, Inovasi, dan Kompetisi dalam Pembentukan Kluster
     Pendahuluan
     Pembentukan Kluster Sebagai Alat Kebijakan Ekonomi
     Apa Yang Membuat Kluster Sukses?
          Kehadiran Perusahaan-Perusahaan Besar
          Pengelolaan Supply Chain
          Promosi Investasi ke Dalam Negeri
          Infrastruktur Fisik
          Pengembangan Kewirausahaan
          Akses Pembiayaan
          Langkah yang Saling Melengkapi untuk Kebijakan
     Kesimpulan
     Daftar Pustaka
Bab 2 Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia
     Pendahuluan
     Konsep Dasar Kawasan Ekonomi Khusus
     Pengalaman Berbagai Negara Dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus/Special Economic Zone
     Kelembagaan Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus
          Dewan Nasional KEK
          Dewan Kawasan KEK
          Administrator KEK
          Badan Usaha dan Pelaku Usaha
     Arah Kebijakan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus
     Proses Dan Tahapan Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus
          Dokumen Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus
          Proses Penetapan Kawasan Ekonomi Khusus
          Evaluasi Usulan Pembentukan KEK
          Koordinasi dan Harmonisasi Lintas Kementerian dan Lembaga Terkait
          Sidang Dewan Nasional KEK
          Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus
          Skema Penetapan Pembangun dan Pengelola KEK
          Evaluasi Pembangunan KEK
          Evaluasi Pengelolaan KEK
     Kemajuan Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus
     Daftar Pustaka
Bab 3 Strategi Pengembangan Kluster
     Pendahuluan
     Kluster Dan Daya Saing
     Faktor Apa Saja Yang Mendukung Suksesnya Kluster
     Siapa Saja Yang Terlibat
     Siklus Hidup Klu Ster (Cluster Life Cycle)
     Aspek Kunci Strategi Kluster
     Instrumen Strategi Pengembangan Kluster
     Kesimpulan
     Daftar Pustaka
Bab 4 Kawasan Ekonomi Khusus dan Pertumbuhan Hijau di Indonesia
     Pendahuluan
     KEK dan Lingkunga
          Peran KEK dalam Pembangunan Ekonomi
          Dasar Pemikiran untuk Internalisasi Biaya
     Kerangka Pertumbuhan Hijau untuk KEK
          KEK dan Pertumbuhan Hijau
          KEK dan Kesempatan Investasi Pertumbuhan Hijau di Indonesia
          Menciptakan Sinergi antara Perencanaan KEK dan Kebijakan Pertumbuhan Hijau
     Pembiayaan KEK Hijau
          Menghubungkan Pengembangan KEK Hijau untuk Mekanisme Pembiayaan yang Inovatif
          Kerja Sama Pemerintah Swasta (KPS)
          Instrumen Pasar Modal hi jau
     Kesimpulan
     Daftar Pustaka
Bab 5 Evaluasi Pengembangan Kluster
     Mengapa Kita Mengukur Kluster?
     Bagaimana Melakukan Evaluasi
          Apa yang Harus Dievaluasi?
          Siapa yang Seharusnya Mengevaluasi?
          Berapa Besarnya Biaya Proses Evaluasi?
     Standar Kinerja Seperti Apa Yang Seharusnya Digunakan Pada Evaluasi Kluster?
          Metode Evaluasi
          Expert Judgement
          Benchmarking
          Pendekatan Kontrol Grup
     Apa Yang Perlu Dilakukan Dengan Hasil Evaluasi
          Penghentian Kebijakan (Policy Termination)
          Apakah yang Harus Diukur?
          Apakah Jenis Indikator yang Digunakan?
     Model Kluster Untuk Pengukuran Dampak Pariwisata Pada Pembangunan Wilayah: Daya Saing Dan Keberlanjutan
     Langkah Pengembangan Dan Penerapan Metode (Contoh Kasus: Kluster Pariwisata)
     Metode Pemetaan Kluster Secara Kuantitatif
          Sumber Data dan Informasi Pengukuran Kluster
          Belajar dari Pengalaman
          Mengukur Kesuksesan Intervensi
          Tipe Indikator yang Dapat Digunakan
          Kehadiran Jaringan dan Kemitraan
          Komunitas Praktik
     Jaringan Dan Kebijakan Pengembangan Kelembagaan
          Apa yang Membuat Jejaring Lebih Efektif
          Kombinasi Komposisi dan Keahlian adalah Penting
          Memperluas Basis Keterampilan
          Pengembangan Manajemen
          Mengembangkan Pusat Keterampilan
          Inter vensi-Inter vensi Keterampilan pada Berbagai Tahap Siklus Hidup
          Kapasitas R&D dan Inovasi
          Katalis untuk Penelitian dan Inovasi
          Kolaborasi adalah Kunci
          Inovasi dan Siklus Hidup Kluster
     Daftar Pustaka
Bab 6 Strategi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus
     Pendahuluan
     Model Penelitian
     Metode
     Temuan Lapangan Dan Analisis
          Faktor Input , Peran Pemerintah, Industri Pendukung Terkait, dan Kinerja KEK
          Faktor Input
          Peran Pemerintah
          Industri-Industri Pendukung Terkait
          Kinerja KEK
          Pendapat Investor
     Kesimpulan
     Daftar Pustaka
Bab 7 Bagaimana Memperkuat Kemitraan A-B-G? Studi Kasus Tama (Jepang)
     Pendahuluan
     Latar Belakang The Greater Tokyo Initiative
     Sumber Finansial
     Rencana Kerja Lima Tahunan
     Tujuan Dari Greater Tokyo Initiative
     Lima Kunci Untuk Melakukan Bisnis Internasional
     Kesimpulan
     Daftar Pustaka
Bab 8 Dinamika Kluster: Teori dan Praktik dalam Industri Elektronik di Singapura/Johor dan Penang
     Pendahuluan
     Industri Elektronik Malaysia: Pertumbuhandengan Inovasi Yang Terbatas
     Rencana Induk Industri Kedua (IMP2): Pendekatan Berbasis Kluster
          Sebuah Model Dinamika Kluster
          Dinamika Kluster Singapura dan Kawasan Johor
          Penang: Penerapan Model Dinamika Kluster
          Spesialisasi (Sumber Daya Mikro)
          Perusahaan Wirausaha dan Perusahaan Berkembang
          Variasi Teknologi
          Dinamika Kluster di Penang: Kuat dalam Manufaktur, Lemah dalam Inovasi
          Kekuatan Penang: Sebuah Platform Manufaktur Elektronik
          Tantangan yang Dihadapi Penang: Defisit Keterampilan dan Inovasi
          Implikasi Kebijakan Industri : Kemampuan dan Paradigma Inovasi
          Pembinaan Dinamika Kluster: Kewirausahaan Perusahaan dan Lembaga Pembangunan
          Invisible Colleges: Transfer Pengetahuan dan Perusahaan Multinasional
          Lembaga Difusi Pembentukan Keterampilan Produksi
          Visible College: Universitas dan Kemitraan Industri dalam Pembentukan Keterampilan
          Dewan Pertimbangan
          Pemantauan Inovasi dan Pembentukan Keterampilan
     Daftar Pustaka
     Lampiran
Bab 9 Zona Ekonomi Khusus Pertama Tiongkok: Shenzhen
     Latar Belakang Shenzhen SEZ
          Letak Geografis Shenzhen yang Unik
          Keterbukaan dan Reformasi
     Pencapaian Pembangunan
          Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Industrialisasi
          Kontribusi Shenzhen untuk Bangsa
     Tahap Pembangunan
          Tahap Awal Terobosan
          Reformasi Komprehensif
          Kerangka Kerja Sistem Pasar
          Reformasi secara Menyeluruh
     Peran Pemerintah
          Promosi yang Dilakukan Pemerintah Pusat
          Inisiatif Pemerintah Provinsi
          Misi dari Pemerintah Setempat
     Kebijakan Istimewa
          Perusahaan Asing
          Industri Berteknologi Tinggi
          High-tech Venture Capital Investment
          Sumber Daya Manusia
          Kebijakan Lahan
     Kunci Sukses Shenzhen
          Menciptakan Lingkungan Bernuansa Bisnis
          Memusatkan Perhatian pada Reformasi Institusional
          Otonomi Pemerintah Daerah
          Pemberian Kebijakan Istimewa yang Tepat
     Tantangan Dan Rekomendasi
          Masa Depan SEZs
          Rekomendasi Kebijakan
     Daftar Pustaka
Bab 10 Kawasan Ekonomi Khusus Palu, Sulawesi Tengah
     Pendahuluan
     Gambaran Umum Kawasan Ekonomi Khusus Palu
     Visi, Misi, Tujuan, Dan Sasaran
     Strategi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus—Studi Kasus Kluster Peralatan Berat (Heavy Equipment Cluster)
          Analisis SWOT
          Kekuatan (Strength)
          Kelemahan (Weakness)
          Peluang (Opportunity)
          Ancaman (Threat)
          Porter Five Force Analysis
          Daya Tawar Pemasok
          Daya Tawar Pembeli
          Ancaman Pendatang Baru
          Ancaman Produk Pengganti
          Ancaman Persaingan
          Analisis Rantai Nilai (Value Chain Analysis)
          Aktivitas Utama
          Aktivitas Pendukung
          Analisis Kesenjangan
     Kesimpulan
     Daftar Pustaka
Indeks
Tentang Penulis
Sampul belakang