Panen semangka di Kepulauan Seribu

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3739
19 Februari 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3739

Panen semangka. / Foto : dok.sinar tani

Sinar Tani
Siapa sangka di Kepulauan Seribu yang tanahnya berpasir dan kualitas airnya bersalinitas tinggi bisa menghasilkan buah semangka dengan kualitas prima tak kalah dengan hasil semangka yang ada di wilayah darat.

“Bobot satu buah semangka bisa mencapai 5 kg, padahal pada waktu penanaman hanya meng­gunakan pengolahan tanah minim,” kata Kepala Seksi Ketahanan Pangan dan Pertanian, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Kab. Administrasi Kepulauan, Solihin pada saat melakukan monitoring kegiatan pertanian di Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu.

Budidaya semangka hanya meng­andalkan pupuk organik yang terdiri dari daun-daun kering yang telah melalui proses komposing dan mengandalkan penyiraman dengan air hujan, namun mampu menghasilkan buah semangka yang bagus.

Budidaya semangka ini di­lakukan di lahan baru yang awal­nya adalah semak belukar dan ilalang liar. “Analisanya mungkin karena tanah hasil bukaan pertama kali itu masih banyak mengan­dung nutrisi untuk menjamin tumbuh subur dan menghasilkan buah semangka yang bagus,” ujar Solihin.

Kegiatan penanaman semang­ka dilakukan penyuluh dan staf dari UPT Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL) seluas 300 meter persegi yang dapat menampung 200 bibit semangka dari varietas lokal.

Pada waktu monitoring kegiatan pertanian telah dipanen sebanyak 50 buah semangka, di mana satu buah semangka memiliki bobot antara 4-5 kg. Keberhasilan menanam semang­ka di Pulau Seribu khu­sus­­nya di Pulau Tidung Kecil memberikan motivasi bagi masya­rakat bahwa dengan keter­batasan kondisi lahan bisa dihasilkan bebe­rapa komoditas pangan, khusus­nya buah-buahan dan sayuran.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI