Budidaya jenuh air, mendongkel produktivitas kedelai di lahan pasang surut

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3740
25 Februari 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3740

Kedelai merupakan salah satu komoditas unggulan strategis nasional. Karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangannya agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan ditargetkan untuk ekspor. / Foto : Dok. Sinta

Sinar Tani
Kedelai merupakan salah satu komoditas unggulan strategis nasional. Karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangannya agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan ditargetkan untuk ekspor. Bahkan targetnya, tahun 2019 sudah bisa mencapai swasembada.

Catatan Direktorat Jen­deral Tanaman Pangan, konsumsi kede­lai di dalam negeri tiap tahun terus meningkat. Rata-rata kebutuhan kedelai dalam negeri sebesar 2,3 juta ton biji kering/tahun, sedangkan produksi kedelai rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 982.470 ton biji kering atau 43% dari kebutuhan.

Perkembangan produksi kedelai nasional memiliki tren yang cenderung meningkat. Hal ini dapat dilihat dari rerata produksi kedelai nasional pada periode 2011-2013 sebesar 824.810 ton meningkat menjadi 934.580 ton pada periode 2014-2016 atau naik sebesar 109.770 ton (13,31%).

Sedangkan rerata produktivitas kedelai nasional pada periode 2011-2013 sebesar 14,23 kuintal/ha meningkat menjadi 15,42 kuintal/ha pada periode 2014-2016 atau naik sebesar 12 kuintal/ha (4,43%). Adapun rerata luas panen kedelai pada periode 2011-2013 sebesar 580.220 ha meningkat menjadi 605.920 ha pada periode 2014-2016 atau naik seluas 12.360 ha (8,34%).

Peningkatan produksi kedelai tak lepas karena dukungan pro­gram pemerintah. Pada periode 2011-2013 dukungan untuk pengem­­bangan kedelai seluas 404.080 ha. Hasilnya, produksi kedelai mencapai 824.810 ton. Sedang­kan periode 2014-2016 dukungan pemerintah meningkat untuk luas areal 410.180 ha atau 1,51%. Dampaknya produksi kedelai naik menjadi 934.580 ton atau meningkat 13,31%.

Berbagai cara pun diupayakan pemerintah agar bisa mencapai target tersebut. Salah satunya adalah pemanfaatan lahan pasang surut dengan teknologi Budidaya Jenuh Air (BJA) untuk meningkatkan produktivitas sebesar 1 ton/ha.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI