Budidaya selada merah hidroponik untuk persiapan pensiun

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3741
5 Maret 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3741

Budidaya selada merah. / Foto : Dok. Sinar Tani

Sinar Tani
Bertanam sayuran menggunakan sistem hidroponik kini banyak dilakukan masyarakat di perkotaan tak terkecuali kalangan pegawai negeri sipil (PNS). Bagi pegawai pemerintah, bertani hidroponik disamping sebagai penyalur hobi, juga untuk persiapan menghadapi masa pensiun.

Adalah Gleni Hasan Huwo­yon, yang kini tengah begitu ber­semangat men­jalankan usaha tani hidro­ponik ditengah-tengah kesibukannya men­jalankan tugas sehari-hari sebagai PNS. Dari sekedar coba-coba di tahun 2011, kini usaha budidaya tanaman hidroponik nya terus berkembang.

Dari 10 unit hamparan tanaman hidroponik yang dikembangkan di lahan pekarangan rumahnya seluas 100 m2, setiap minggu ia bisa melakukan panen dan pen­jualan hasil. “Produksi sayur selada saya antara 30 kg-40 kg per minggu. Saya memilih fokus mem­budi­dayakan selada karena per­min­taan pasarnya tinggi,” kata Gleni Hasan Huwoyon, menjawab Sinar Tani, di Jakarta, belum lama ini.

Sayur selada merah hidroponik yang dihasilkan di halaman rumahnya hanya dipatok dengan harga Rp 25 ribu per kg. Pelanggan tetapnya mulai dari pengelola kantor pemerintah, swasta, hotel hingga kantin sekolah.
“Rata-rata keuntungan bersih yang bisa saya terima setiap bulan sekitar Rp 3 juta. Sudah ada pembeli rutin seperti Ayam Bakar Dower dan sejumlah komunitas kuliner di kawasan Tangerang,” jelas Gleni.

“Khusus untuk sayur selada merah banyak dipesan sejumlah hotel. Sedangkan selada hijau sebagian kami jual dalam bentuk rujak sayur,” jelas Gleni Hasan Huwoyon. Usaha budidaya sayuran hidroponik, menurut pria yang bermukim di kawasan Limo Kota Depok ini, sangat praktis dan bisa dikerjakan sendiri.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI