Cara ramah kendalikan lalat buah

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3743
19 Maret 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3743

Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas yang banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. / Foto : BPTP Balitbangtan Kalteng

Sinar Tani
Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas yang banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan kebutuhannya terus meningkat seiring pertambahan penduduk dan kemajuan teknologi. Namun kendala yang sering dihadapi dalam peningkatan produksi tanaman cabai tidak lain adalah gangguan hama dan penyakit.

Beberapa hama penting yang sering menyerang tanaman cabai yaitu ulat grayak (Spodoptera dan Zra Fabricius), kfiil daun (Myzus persicae zulzer), Aphrs gossypii (Glover), lalat buah Bactrocera dorsalis (Hendel), trips (Thrips pamispinus Karny) dan tungau (Tetranychwtelarius Linn.). Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman cabai diantaranya antraknosa, layu fusarium, Iayu bakteri dan rebah kecambah.

Hama yang sangat berpotensi menimbulkan kerugian pada usaha tani tanaman hortikultura di dunia ialah lalat buah. Lebih dari seratus jenis tanaman hortikultura diduga menjadi sasaran serangan lalat buah. Serangan hama tersebut dapat menyebabkan buah menjadi rusak dan busuk. Sebab, perilaku lalat buah betina meletakkan telur, pada buah, kemudian telur menetas menjadi larva dan memakan daging buah.

Selanjutnya buah akan gugur sebelum waktunya. Lalat buah dapat menyerang banyak tanaman hortikultura terutama sayur-sayuran dan buah-buahan, sehingga sulit sekali untuk dikendalikan. Akibat serangan hama lalat buah produksi dan mutu buah cabai menjadi rendah, bahkan tidak jarang mengakibatkan gagal panen, karena buah menjadi busuk dan berjatuhan ke tanah.

Lalat buah (Bactrocera spp.) berasal dari daerah tropis Asia dan Afrika serta subtropik Australia dan Pasifik Selatan. Selanjutnya hama ini menyebar ke India, Pakistan dan Asia Tenggara. Lalat buah masuk ke Indonesia sejak tahun 1920 dan dilaporkan telah menyerang lebih dari seratus jenis tanaman hortikultura. Pada saat ini, hama lalat buah telah menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia yaitu Sumatera, Jawa, Madura dan kepulauan Riau.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI