Padi black madras, si hitam yang tetap putih dan kaya manfaat

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3743
19 Maret 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3743

Padi black madras. Mungkin petani belum banyak yang mengenal. Tapi di Indramayu, Jawa Barat, padi berdaun ungu ini sudah tersebar di beberapa kecamatan. / Foto : PP Madya Dinas Pertanian Indramayu

Sinar Tani
Padi black madras. Mungkin petani belum banyak yang mengenal. Tapi di Indramayu, Jawa Barat, padi berdaun ungu ini sudah tersebar di beberapa kecamatan. Bahkan dianggap bisa menjadi alternatif konsumsi para penderita diabetes. Padi black madras pertama kali diperkenalkan petani bernama Yus, anggota Kelompok Tani Seusupan, Desa Situraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.

Usianya yang masih muda dan terampil dalam teknologi informasi, membuat Yus sering informasi pertanian melalui media online. Dari hasil penelusurannya ditemukanlah padi dengan daun warna ungu yang berbeda dengan padi umumnya. Ketertarikannya pada padi berdaun ungu ini, membuat Yus kemudian memesan benih melalui komunitas tani sebanyak 10 kg dengan harga Rp 27 ribu/kg. Tepatnya Nopember 2016.

Benih tersebut kemudian disemai sebanyak 3 kg, sisanya untuk konsumsi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui rasa nasi dari padi tersebut. Kini padi black madras sudah tersebar di beberapa kecamatan seperti Gantar, Kroya, Anjatan, Haurgeulis, Tukdana, Sliyeg dan Gabuswetan. Meski luas arealnya baru sekitar 100 bata atau 1.400 m persegi.

Kelebihan si Hitam Yus mengatakan, padi black madras mempunyai warna daun ungu dan anakannya sedikit di bawah Ciherang. Meski daunnya ungu, tapi beras yang dihasilkannya tetap putih. Kelebihan lain, selain rendah lemak, produktivitasnya bisa mencapai 9 ton/ha. “Padi ini juga bermanfaat untuk kesehatan jantung, penyakit kelebihan gula atau diabetes, dan bisa digunakan sebagai bahan kosmetik,” ujarnya.

Dalam membudidayakan padi black madras, menurut Yus, tak ada bedanya dengan budidaya tanaman padi pada umumnya. Bahkan varietas ini tahan terhadap serangan hama klowor kerdil rumput. “Padahal, tanaman padi tetangga saya banyak yang terserang klowor,” katanya.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI