Stabilisasi pangan, pemerintah siapkan skema khusus

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3745
2 April 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3745

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno saat jumpa pers upaya stabilisasi harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, di Jakarta. / Foto : Zaki

Sinar Tani
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menuturkan, kata kunci stabilitas pangan adalah memotong supply chain (rantai pasok) yang terlalu panjang selama ini. Jika selama ini tahapannya dari kelompok tani (Gapoktan) hingga ke konsumen mencapai 8-9 tahapan.

“Kita akan memotong dari petani langsung ke PD Pasar Jaya dan seterusnya langsung ke konsumen,” ungkapnya usai pertemuan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (28/3).

Jika perhitungannya keuntungan sekitar 10% tiap rantai distribusi, maka bisa dibayangkan dengan 10 rantai distribusi, harga di konsumen bisa melonjak sampai 100%. Contohnya, bawang merah yang memiliki disparitas mencapai 300%. Terlihat dari harga di petani Rp 10 ribu, tapi harga di konsumen mencapai Rp 30-40 ribu/kg. “Ini kita potong, kita siapkan daerah produsen bawang merah, lalu didistribusikan langsung ke PD Pasar Jaya dan Foodstation.

Di sini kita langsung potong, itulah operasionalnya,” tutur Amran. Gandeng Asosiasi. Untuk menjaga stabilisasi harga pangan, pada pertemuan itu juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan asosiasi beberapa komoditas.

Upaya operasionalnya mulai Maret, sehingga ada kesempatan lebih awal untuk menjaga stabilisasi harga. “Kita sudah MoU dengan Pemprov dan asosiasi mulai bawang merah, bawang putih, cabai, daging, beras, gula, minyak goreng, telur dan ayam. Semua ini yang strategis dan biasa berfluktuasi, sehingga kita harapkan harga stabil di bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri nanti,” ungkap Amran.

“Kami senang kalau semua asosiasi, pelaku usaha sampai produsen sepakat dengan harga yang terjangkau di tingkat konsumen dan menguntungkan di tingkat produsen,” tambahnya.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI