Penyuluh harus menyatu dengan petani

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3746
9 April 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3746

Penyuluh Pertanian (PPL) harus menyatu dengan petani agar petani sejahtera. Rumah mereka adalah di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada di tingkat kecamatan.

Sinar Tani
“Kalau penyuluh bangkit, petani sejahtera,” kata Kepala Bidang Penyeleng garaan Penyuluhan, Zahron Helmy pada peringatan hari jadi penyuluhan pertanian tingkat Provinsi Jabar yang diselenggarakan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) di Cihea, Cianjur, Jawa Barat (5/4).

Zahron mengajak kepada seluruh PPL untuk kembali pada filosofi penyuluhan, bahwa termasuk tugas penyuluh adalah mendata petani, kelompok tani dan segala yang terkait dengan usaha taninya. “Kalau kita kembali pada filosofi penyuluhan, kita tidak akan bilang kerja PPL itu berat, karena semua itu adalah tugas PPL,” tambahnya pada acara Perhiptani yang dihadiri 100 orang pengurus Perhiptani dari 10 kabupaten di Jawa Barat.

Ada tiga unsur jelas Zahron yang perlu dipahami para PPL dalam penyuluhan. Pertama, tentang kelembagaan penyuluhan. Rumahnya penyuluh adalah dinas. PPL itu bergerak kalau ada program. Program atau programa itu adanya di dinas. Sedangkan BPP adalah rumahnya petani, kelompok tani dan Gapoktan.

“Di BPP lah PPL menyatu dengan petani dan membina kepada petani di lapangan,” tambahnya. Kedua, penyelenggaraan penyuluhan yang di antaranya meliputi materi, metode dan media penyuluhan. “Semua itu menjadi urusan pemerintah daerah, pusat sifatnya memberikan stimulant atau dorongan,” jelasnya.

Ketiga, ketenagaan penyuluhan. Untuk membangun profesionalisme PPL maka Perhiptani bisa menerbitkan publikasi ilmiah untuk mener bitkan tulisan ilmiah para PPL.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI