Frans Hero Making, dari penyuluh perikanan jadi pengusaha minapadi

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3746
9 April 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3746

Frans Hero Making (berkacamata) menunjukkan ikan peliharaannya. / Foto : (dok. Rahmad)

Sinar Tani
Nama Pak Frans kini sudah dikenal sebagai contoh sukses usaha minapadi di Desa Hargobinangun, Sleman. Berawal dari seorang penyuluh perikanan, dirinya kini menjadi pakar minapadi yang paling dicari. Ada pemandangan unik di Dusun Doro, Desa Hargo­binangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di antara kolam-kolam berisi ikan nila dan koi yang baru berumur satu bulan terdapat hamparan padi yang sudah berumur 20 hari. Meskipun tidak terlalu luas, hamparan sawah tersebut menjadi contoh sistem minapadi yang bisa diadopsi oleh masya­rakat sekitar. Pemilik lahan tersebut adalah salah seorang penyuluh per­ikanan Kecamatan Pakem bernama Frans Hero Making.

Dirinya sudah bergelut dengan dunia perikanan semenjak diangkat menjadi penyuluh, namun percobaan minapadi secara langsung sudah dilakukan sejak tahun 1993 dan menjadi viral selama dua tahun terakhir karena foto lahan minapadinya tersebar di media sosial.

“Iya, semenjak itu banyak yang datang kesini, penasaran bahkan beberapa di antaranya ingin mencoba langsung,” tutur Frans ketika dihubungi Tabloid Sinar Tani.
Keilmuan mengenai mina­padi sebenarnya diperoleh Frans ketika mendapatkan pelatihan di Balai Perikanan Sukamandi, Jawa Barat. “Awal mula mencoba sistem minapadi saya sering dicemooh karena masyarakat belum percaya kalau belum lihat hasilnya.

Tapi disitulah jadi pecutan semangat saya untuk bisa terus bersemangat mengembangkan sistem ini,” tutur­nya. Kerja keras Frans membuahkan hasil ketika di tahun 2013, panen minapadinya mendapatkan kenaikan hasil sampai 30 persen. Frans menuturkan dalam satu kali masa tanam padi, petani bisa memanen dua kali ikan nila. Panen inilah yang menjadi tambahan keuntungan dari bertanam padi.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI