Dasma Adiwijaya, berjuang untuk pengairan Indramayu

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3747
16 April 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3747

Dasma Adiwijaya. / Foto : dok. sinta

Sinar Tani
Sarana pengairan merupakan faktor produksi usaha tani yang sangat penting keberadaannya. Karena itu sampai titik darah penghabisan pun petani rela berjibaku demi mendapatkan air untuk menjaga kelangsungan hidup pertanaman yang diusahakannya. Dasma Adiwijaya adalah sosok yang tergolong gigih memperjuangkan hak petani dalam mendapatkan air.

Sebagai Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Dasma bersama rekan petani lainnya sejak lama memperjuangkan tujuh dari 31 kecamatan di kabupaten Indramayu agar bisa terbebas dari masalah pengairan.

Ia menilai seharusnya petani di tujuh kecamatan di Indramayu tak lagi memiliki masalah pengairan di sawahnya karena di wilayah tersebut sudah dibangun waduk Jati Gede yang berkapasitas besar.

Sementara pemerintah masih menggodok Rancangan Undang- Undang (RUU) Sumber Daya Air, Dasma terus berusaha agar pemerintah peduli terhadap tujuh kecamatan di Kabupaten Indramayu yang bermasalah dengan pengairannya.

Ketujuh kecamatan tersebut yaitu Kandanghaur, Lelea, Losarang, Kroya, Gabuswetan, Trisi dan Cikedung. Air dari Jati Gede maupun Jati Luhur tidak sampai ke ketujuh kecamatan ini.

Selama ini ketujuh kecamatan tersebut mengandalkan air hujan untuk mengairi lahan sawah mereka. Wilayah ini rawan kekeringan, namun saat musim hujan mengalami banjir.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI