Strategi daerah mengungkit produksi jagung

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3748
23 April 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3748

Sumur Air. / Foto : dok. Sinar Tani

Sinar Tani
Produksi jagung di Indonesia menunjukkan tren terus membaik. Bahkan tahun lalu tak ada lagi cerita impor jagung masuk ke Indonesia. Tahun ini pun bangsa Indonesia mencatatkan sejarah baru dengan menembus pasar ekspor. Ternyata di balik ke­ber­hasilan ekspor jagung, ada cerita lain bagaimana daerah mempunyai tips dan trik sendiri untuk mendukung program peningkatan produksi komoditas nomor dua setelah padi.

Meski berbeda-beda caranya, tetap tujuan utamanya adalah peningkatan produksi. Seperti di Kabupaten Garut. Jawa Barat, pengolahan lahan dan manajemen air menjadi faktor utama untuk peningkatan produksi. Lain lagi di Kabupaten Belu, NTT, pengolahan lahan yang tepat akan menghasilkan produksi yang melimpah. Begitu juga di Kabupaten Flores Timur, NTT, penggunaan benih bermutu mempunyai berbagai macam hal positif disamping kenaikan produksi.

Kabupaten Garut, Jawa Barat Di penghujung musim hujan, khususnya di lahan tadah hujan, menjadi tantangan tersendiri bagi petani terkait komoditas yang hendak mereka tanam. Komoditas yang memiliki adaptasi bagus di musim kemarau, seperti jagung, menjadi salah satu pilihan petani.

Hanya saja bercocok tanam jagung dalam kondisi lingkungan yang kering juga tetap memerlukan perhatian khusus agar hasilnya optimal. Karena itu Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Adeoleh, bersama penyuluh lainnya mempercepat tanam jagung di masa tanam kedua di lahan BPP Kecamatan Cibatu.

Kecamatan Cibatu termasuk daerah yang paling awal mengalami musim kemarau dan mendapatkan musim hujan paling akhir dibandingkan daerah lain. Dengan demikian, menurut Adeoleh, percepatan pola tanam bisa mengejar optimalisasi lahan.
Untuk pengolahan lahan, kondisi tanah dan kecukupan air patut menjadi pertimbangannya.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI