Aneka cara petani mengungkit produksi cabai

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3749
1 Mei 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3749

Gianto petani muda anggota Ke­lompok Tani Ganda Arum, Desa Ganda Tap, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas Jawa Te­ngah. / Foto : dok Sinar Tani

Sinar Tani
Cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian penting dari pemerintah, karena gejolak harganya berimbas naiknya inflasi. Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan produksi agar harga bisa stabil. Di tingkat petani, ternyata banyak cara sederhana meningkatkan produksi cabai.

Gianto nampak senang me­lihat tanaman cabainya. Berbeda dengan pertanam­an sebelumnya, tanaman cabai milik petani muda anggota Ke­lompok Tani Ganda Arum, Desa Ganda Tap, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas Jawa Te­ngah, nampak lebih subur. Bukan hanya tanamannya terlihat lebih tinggi, buah cabainya juga jauh lebih banyak.

Gianto menanam cabai varietas Hai-Lux. Varietas ini mampu meng­hasilkan cabai rata-rata di atas 2 kg/pohon. Meski varietas yang ditanam sama, namun kali ini Gianto menggunakan cara lain, sehingga tanaman cabainya lebih subur. Dia menggunakan sungkup plastik sebagai pelindung tanamannya. Penggunaan sungkup ternyata bisa meningkatkan hasil panen cabai secara signifikan. Bukan hanya itu, tanaman cabai juga terlindung dari serangan hama dan penyakit. Apalagi cabai merupakan tanaman yang rentan dengan hama dan penyakit tanaman.

“Tanpa sungkup tinggi ta­nam­an cabai hanya 1 meter, ka­lau menggunakan sungkup da­pat mencapai 1,6 meter dan bisa bertambah tinggi lagi,” kata Gianto saat Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto ber­kunjung ke lahan milik Gianto di Kabupaten Banyumas, beberapa waktu lalu.

Gianto mengakui, untuk pem­buatan sungkup plastik memang biayanya cukup mahal hingga mencapai Rp 70 juta/ha. Namun modal sebesar itu bisa tertutup, karena bisa dipakai 10 tahun lebih. Selain itu, produktivitas tanaman cabai juga melonjak. “Hasilnya jadi luar biasa. Saya bisa panen sampai 20 kali lebih, bahkan sampai 25 kali. Sedangkan kalau tanpa sungkup paling hanya 15 kali panen,” ujarnya.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI