Ena Karyanan, berkreasi kembangkan aneka olahan teh

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3751
14 Mei 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3751

Berbagai jenis produk olahan berbahan baku teh kini banyak beredar di pasar dalam negeri. / Foto : Dok. Sinar Tani

Sinar Tani
Berbagai jenis produk olahan berbahan baku teh kini banyak beredar di pasar dalam negeri. Beberapa di antaranya merupakan kreasi Kelompok Tani Raksa Tani yang pendiriannya diprakarsai Ena Karyana.

Di kawasan perkebunan teh Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabu­­paten Tasik­malaya, Jawa Barat nama Ena Karyana cukup dikenal karena sosok pria yang satu ini sudah puluhan tahun malang melintang di kegiatan usaha budidaya tanaman teh.

Namanya kian kondang manakala di tahun 2014 bersama sesama rekan petani teh di daerahnya ia memprakarsai pem­bentukan kelompok tani (poktan) Raksa Tani yang menangani berbagai jenis usaha untuk melayani kepentingan anggotanya.

Melalui aktivitas Poktan yang dibentuknya tersebut, petani teh di Desa Taraju saat ini sudah mampu menghasilkan banyak produk olahan teh sekaligus mampu menjualnya ke sejumlah daerah. Sebelumnya, petani teh disini hanya menjual daun teh ke pabrik dengan harga Rp 1.500 – Rp 2.000 per kg kering.

“Setelah dibentuk Poktan Raksa Tani, petani di Desa Taraju mulai mahir mengolah daun teh menjadi aneka produk olahan teh yang banyak digemari konsumen,” kata Ena Karyana, yang kini masih menjabat Ketua Poktan Raksa Tani. “Setelah bergabung dalam Poktan dan mendapat bantuan alat pengolah teh dari pemerintah, petani praktis tak lagi menjual daun teh secara gelondongan,” jelas Ena Karyana.

Petani teh Desa Taraju biasa memanen daun teh dua minggu sekali, dengan volume 2-3 kwintal sekali panen. Poktan Raksa Tani yang dibentuk petani di Desa Taraju selain berfungsi sebagai rumah produksi juga sebagai tempat petani untuk menjajakan olahan teh yang diproduksi anggota poktan.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI