Percepatan replanting sawit tergantung kesiapan daerah

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3752
21 Mei 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3752

Dirjen Perkebunan, Bambang, di tengah petani sawit Riau. / Foto : dok. Sinar Tani

Sinar Tani
Pemerintah pada tahun ini menetapkan kegiatan peremajaan (replanting) kebun sawit rakyat seluas 185 ribu ha di 20 provinsi. Namun, realisasi dari target replanting kebun sawit rakyat yang diakumulasi dari 2017 hingga Maret 2018 baru mencapai 5%. Kelancaran dan kecepatan pelaksanaan replanting sangat tergantung kesiapan pemerintah daerah dan instansi terkait yang menjadi target peremajaan.

Direktur Jenderal Per­kebun­an Kemen­terian Pertanian, Bam­bang, mengatakan, replanting bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kebun sawit rakyat, tapi juga dalam rangka tata kelola kebun sawit rakyat yang berkelanjutan.
Dalam replanting ini, pemerintah tidak perlu menambah luas lahan untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat. “Artinya, di luas lahan yang sama, produktivitas sawit rakyat yang semula hanya 3 ton/ha bisa ditingkatkan menjadi 9 ton/ha,” kata Bambang, di Jakarta, belum lama ini.

Bambang menekankan, setiap daerah yang menjadi target replanting harus segera menyiap­kan hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan teknis dan adminis­trasi replanting. Seperti umur tanaman di atas 25 tahun dan produktivitasnya paling tinggi 10 ton/ha/tahun, ada legalitas l (bukti kepemilikan) lahan dan petaninya sudah tergabung dalam kelembagaan tertentu.

“Dari 20 daerah itu memang sudah dipetakan. Seperti di Riau ditargetkan 30 ribu ha. Kalau daerah tersebut mampu siapkan 100 ribu ha, maka dananya bisa dialokasikan ke daerah tersebut. Begitu juga kalau daerah lain meskipun targetnya kecil dan sudah siap, anggarannya bisa dialokasikan ke daerah tersebut,” kata Bambang.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI