Mengolah tanaman pekarangan jadi camilan

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3753
30 Mei 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3753

Mengolah cemilan. / Foto : Dok Sinar Tani

Sinar Tani
Ide kreatif bisa datang dari siapa saja. Bahkan hanya dengan bahan dari tanaman pekarangan bisa menambah kocek keluarga. Salah satunya Kelompok Wanita Tani (KWT) Jelita di Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Siapa yang tidak mengenal kangkung, selada dan bayam?Tanaman sayuran tersebut biasanya hanya dikonsumsi dalam bentuk segar. Namun di tangan kreatif, aneka sayuran pekarangan tersebut bisa diolah menjadi kerupuk, keripik daun, semprong, teh herbal akar kangkung, pangsit, hingga sirup.

Adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Jelita yang memberikan nilai tambah. Salah satu sayuran yang menjadi olahan andalan adalah kangkung. Sayuran hijau ini banyak mitos yang membuat orang takut makan kangkung, salah satunya kangkung yang menimbulkan rasa kantuk. “Pada­hal, banyak kangkung itu banyak vitaminnya,” ujar Ketua KWT Jelita, Tutik. Tutik mengakui, sulit untuk mengajak masyarakat mengon­sumsi kangkung.

Banyak yang tanam, tapi lakunya susah sekali. Apalagi sayuran mudah busuk, sehingga KWT Jelita mengolah menjadi camilan. “Ini tentunya lebih untung, karena bisa mening­katkan nilai jualnya,” ujarnya. Kelompok Wanita Tani Jelita adalah salah satu kelompok masyarakat binaan Rumah Zakat, yang pada saat ini sedang mengajukan registrasi KWT di Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman. Keberadaan KWT ini bergerak dibidang usaha optimalisasi lahan pekarangan yang kini mulai menggeliat dangan memproduksi home industry.

“Kita sengaja menularkan kreativitas olahan ke warga lain. Biar sama-sama bisa dapat untung. Alhamdulilahnya semua menerima dan kini banyak yang ingin dilatih. Bahkan setelahnya sering ada ide-ide olahan baru yang muncul,” tuturnya. Olahan Pisang Masih di kecamatan yang sama, KWT lainnya mampu mengolah pisang menjadi aneka ragam camilan yang tidak biasa.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI