Jagung unyil, untung raksasa

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3753
30 Mei 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3753

Jagung Unyil. / Foto : dok Sinar Tani

Sinar Tani
Bagi sebagian besar penduduk Indonesia, beras adalah makanan pokok. Namun beberapa daerah seperti Madura, jagung masih menjadi makanan utama. Meski berbeda dari beras, kandungan gizi serta nutrisi yang dimiliki jagung tak kalah dari beras. Tak hanya unggul dengan rasanya yang lebih gurih dari nasi, jagung juga menimbulkan rasa kenyang yang sama seperti nasi, serta memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani, saat ini pemerintah sedang gencar meningkatkan produksi jagung. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan juga untuk memenuhi pasar dunia (ekspor). Produksi jagung dalam lima tahun terakhir meningkat 50,92% dari 18,5 juta ton Pipilan Kering (PK) pada 2017, dengan perkiraan luas panen 5.374.062 ha dan produktivitas 52,00 kuintal/ha (angka masih berubah sampai ditetapkannya ATAP 2017).

Sedangkan peningkatan produktivitas mencapai 7,33% dan luas panen meningkat 40,64%. Sasaran produksi jagung pada 2018 sebesar 30 juta ton PK, atau meningkat 7,36% dari capaian ARAM II tahun 2017. Sasaran luas panen 5,78 juta ha meningkat 7,56% dari capaian luas panen ARAM II 2017.

Di sisi lain, kebutuhan pakan ternak dari jagung juga menjadi kebutuhan mendesak bagi petani. Karena itu, petani diharapkan tidak hanya menanam jagung untuk kebutuhan ekspor, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, khususnya industri pakan ternak. Hal ini sesuai dengan amanah Nawacita, yang dituang­kan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengurangi impor pakan ternak.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI