Minuman segar dari daun pisang

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3754
4 Juni 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3754

Sirup daun pisang. / Foto : dok. Sinar Tani

Sinar Tani
Daun pisang biasanya digunakan untuk membungkus makanan, tetapi di daerah Bantul Yogyakarta, daun pisang diolah menjadi minuman segar, yakni dawet. Produk dawet yang satu ini memiliki aroma yang khas karena adanya kandungan polifenol di dalam daun pisang. Informasi yang diperoleh dari BPP Bantul menyebutkan, untuk memproduksi dawet daun pisang bahan-bahan yang dibutuhkan meliputi 200 gram daun pisang, 200 gram tepung pisang, 200 gram tepung garut, 500 mililiter air, santan instan, gula jawa yang sudah dicairkan, gula pasir dan batu es.

Alat-alat yang dibutuhkan, yakni: baskom, panci, sendok, spatula, kompor, cetakan cendol, blender dan alat saringan. Langkah pertama, daun pisang dibersihkan, diiris tipis kemudian diblender dan disaring. Larutan daun pisang tersebut kemudian dicampur gula pasir dengan perbandingan 1:1. Masukkan larutan tersebut ke dalam panci dan tambahkan tepung pisang, tepung garut dan air. Masak adonan sampai matang (fisiknya agak mengental seperti bubur sumsum matang).
Setelah matang, siapkan baskom yang telah berisi air dan batu es.

Selanjutnya adonan dicetak menggunakan cetakan cendol. Bila tidak memiliki cetakan cendol, dapat menggunakan plastik yang salah satu ujungnya digunting. Masukkan adonan tersebut ke dalam plastik, lalu gunting ujungnya (jangan terlalu besar). Tekan adonan dalam sekali tekan seperti bentuk cendol pada umumnya ke dalam baskom tersebut.

Setelah adonan habis dibentuk cendol segera tiriskan. Cendol atau dawet sudah dapat langsung dikonsumsi dengan ditambahkan gula jawa dan santan. Tapi apabila akan dimakan di lain waktu, dapat dimasukkan ke kantong plastik dan dipres agar terhindar dari bakteri dan kotoran dari luar. Selamat mencoba.nCla/Ira

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI