Cegah kehilangan hasil padi, petani ‘wajib’ tahu ini

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3754
4 Juni 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3754

Proses perontokkan padi. / Foto : dok. Sinar Tani

Sinar Tani
Hasil produksi tidak hanya ditentukan pada saat proses budidaya, melainkan panen juga menjadi faktor penentu. Karena itu, pemerintah kini mendorong mekanisasi pertanian untuk mencegah kehilangan panen. Meski mekanisasi sudah banyak diterapkan di petani, tetap kehilangan hasil masih menjadi momok bagi petani Indonesia. Banyak petani kurang peduli atau mungkin mereka menganggap bahwa kehilangan hasil merupakan hal yang biasa dan tak perlu dipikirkan.

Upaya peningkatan produk­tivitas padi di berbagai sentra produksi belum diikuti penanganan panen yang memadai, sehingga berakibat terhadap tingginya kehilangan hasil, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Kehilangan hasil secara kuantitatif lebih banyak terjadi pada kegiatan panen dan perontokan. Sedangkan kehilangan hasil secara kualitatif atau turunnya mutu lebih karena rusak atau rendahnya mutu gabah akibat terlambatnya proses perontokan dan pengeringan.

Menurut keterangan dari Penyuluh Pertanian Kabupaten Subang (Jawa Barat), Dede Iskandar ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kehilangan hasil. Di antaranya, varietas yang digunakan, umur panen, alat panen, sistem panen dan perlakukan panen. “Setiap proses pada masing-masing tahapan akan terjadi kehilangan hasil. Makanya kita harus tekan dari berbagai semua faktor,” katanya.

Menurutnya, varietas unggul baru padi yang telah dilepas dan diadopsi petani sebagian besar termasuk yang mudah rontok. Jadi jika padi sudah lewat masak fisiologis, maka gabah akan mudah lepas dari malainya (rontok). Umur panen padi ungkap Dede, juga sangat berpengaruh terhadap besarnya kehilangan hasil. Bila panen muda atau belum masak optimum, maka mutu gabah yang dihasilkan akan rendah, banyak butir hijau. Sebaliknya padi yang dipanen terlalu tua atau terlewat masak, hasil akan turun karena gabah banyak yang rontok.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI