Daging rusa, alternatif pangan sumber protein hewani

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3755
10 Juni 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3755

Rusa. / Foto : dok. sinar tani

Sinar Tani
Rusa ternyata memiliki potensi besar sebagai penghasil bahan pangan sumber protein hewani. Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya, hewan yang dilindungi pemerintah ini mudah dibudidayakan dan dagingnya bernilai gizi tinggi. Dalam satu Workshop mengenai Percepatan Penangkaran Rusa Timor yang di­seleng­garakan di Jakarta, belum lama berselang, sejumlah nara­sumber mengungkapkan begitu besarnya potensi rusa untuk dijadikan alter­natif hewan penghasil daging.

Rusa cukup menguntungkan jika dikembangbiakkan karena mampu mengkonversi 3 kg bahan kering (BK) menjadi 3 kg daging. Dengan demikian, rusa lebih efisien dalam penggunaan pakan dibandingkan domba dan sapi.

“Sebagai satwa asli Indonesia, rusa mampu secara cepat ber­adaptasi dengan lingkungan peme­liharaan, baik pada iklim kering maupun lembab. Tingkat reproduksinya tinggi sehingga rusa cepat beranak pinak,” jelas Kasubdit Pengelolaan Sumber Daya Genetik Hewan Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Gun gun Gunara.

Kelebihan lain dari hewan rusa, menurut Gun gun, adalah relatif tahan terhadap serangan penyakit. Daging rusa tekstur seratnya halus, berwarna merah terang serta kandungan lemak dan kolesterolnya rendah. “Kandungan protein daging rusa setara dengan daging kambing dan domba, tetapi kandungan kolesterolnya jauh lebih rendah dibandingkan daging dua jenis ternak ruminansia kecil tersebut bahkan juga dibandingkan daging ayam,” jelasnya.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI