Infused water kurma, baik dikonsumsi penderita maag

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3755
10 Juni 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3755

Kurma. / Foto : dok. sinar tani

Sinar Tani
Saat puasa, penderita penyakit maag seringkali tersiksa karena asam lambung lebih cepat naik dalam kondisi perut kosong. Namun, sebenarnya penderita maag bisa mengkonsumsi kurma kering atau berbentuk infused water untuk kuat menahan lapar dan haus seharian. Penyakit maag biasanya ditandai dengan gejala sakit pada bagian perut. Dalam kondisi ini, asam lambung naik ke kerongkongan atau esofagus, menyebabkan sakit pada ulu hati dan sensasi terbakar pada dada.

Jerry D Gray, dalam bukunya Rasulullah Is My Doktor, mengatakan, buah kurma sangat baik dikonsumsi guna mengatasi semua jenis permasalahan perut. “Dengan mengkonsumsi tiga kurma di pagi hari dan tiga kurma pada petang harinya, anda akan mampu merasakan perbedaan pada perut anda,” katanya.

Penelitian lain menyebutkan bahwa mengkonsumsi buah kurma bisa mengatasi paparan racun dalam tubuh terutama pada lambung. Kandungan anti kankernya mampu menjaga tubuh dari serangan sel kanker pada lambung dan usus. Jika dikonsumsi rutin kurma akan mengurangi peradangan pada dinding lambung dan menetralisir naiknya asam lambung.

Tak hanya dikonsumsi langsung, kurma juga bisa menjadi bahan infused water yang berguna bagi penderita maag. Infused Water Kurma atau yang dikenal dengan Air Nabeez ini merupakan kege­maran Rasulullah. Nabi merendam bebe­rapa butir kurma atau kismis (salah satunya) di dalam air matang dalam wadah bertutup selama 12 jam. Airnya diminum dan buah kurma yang sudah lembut ditelan sekali telan.

Selain berguna untuk penderita maag, infused water ini juga berguna untuk memulihkan tenaga, membantu me­nying­kirkan toksin yang berada dalam tubuh, membantu proses pencernaan karena kaya akan serat, memberikan asupan zat besi dan kalium harian kepada tubuh.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI