Pregel, tepung ubikayu cocok untuk roti dan mie

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3755
10 Juni 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3755

Pregel, tepung ubikayu untuk mie. / Foto : dok. sinar tani

Sinar Tani
Roti kini menjadi produk pangan yang sudah merupakan bagian gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya di perkotaan. Sayangnya, bahan baku membuat roti yakni tepung gandum masih tergantung dari impor. Bukan hanya roti, produk pangan lainnya seperti kue dan mie juga hampir 100% dipasok dari mancanegara.

Data Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (APTINDO) me­nunjuk­kan realisasi impor gandum (bahan tepung terigu) untuk industri pangan hingga kuartal III 2017 mencapai 5,8 juta ton atau meningkat sekitar 4,8% dibandingkan periode sebelumnya. Dengan volume impor yang sangat besar tersebut sudah pasti devisa negara bakal terkuras.

Apalagi kebutuhan tepung terigu berbahan dasar gandum terus meningkat seiring ketergantungan masyarakat terhadap beragam olahan tepung terigu seperti roti dan mie. Realita ini akhirnya mendorong importasi gandum bagi industri tepung terigu yang selalu bertambah setiap tahun.

Kalau kita mau melirik potensi bahan baku tepung di dalam negeri sangatlah besar. Indonesia memiliki potensi pangan lokal sumber karbohidrat yang beragam dan hingga kini belum banyak dimanfaatkan sektor industri sebagai penghasil bahan baku bagi industri pangan.

Paling besar pamornya adalah ubikayu (singkong). Potensi ubikayu untuk diolah menjadi tepung sangat besar. Namun karena belum mendapat perhatian serius menyebabkan pengembangan ubi kayu sebagai bahan baku industri terkendala banyak hal. Di antaranya, ubi kayu belum bisa memenuhi standar dari aspek kuantitas, kualitas dan kontinyuitas. Faktor lainnya adalah ubikayu tidak memiliki kandungan gluten, sehingga sulit menjadi bahan baku roti ataupun mie dan pasta.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI