Bertahan di musim kemarau dengan varietas unggul

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3757
2 Juli 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3757

Musim kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi kegiatan usaha tani. Namun demikian, kejadian alam tersebut tak bisa dihindari. Karena itu strateginya adalah bagaimana menyiasati kemarau agar usaha tani tetap berjalan. / Foto : dok. Sinar Tani

Sinar Tani
Musim kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi kegiatan usaha tani. Namun demikian, kejadian alam tersebut tak bisa dihindari. Karena itu strateginya adalah bagaimana menyiasati kemarau agar usaha tani tetap berjalan.

Apalagi di sisi lain pemerintah terus ber­upaya mem­per­tahankan dan meningkatkan produksi pangan. Strategi antisipasi terhadap dampak perubahan iklim telah dilakukan Kementerian Pertanian.  Strategi yang dilakukan bersifat langsung maupun tidak langsung.

Seperti diketahui musim kemarau bisa menyebabkan kekeringan yang memberikan dampak negatif pada semua stadia tumbuh tanaman padi mulai saat vegetatif awal hingga reproduktif. Kekeringan yang terjadi pada fase vegetatif dapat mengganggu proses fotosintesis tanaman padi dan menurunkan laju pertumbuhan

Jika kekeringan hanya sementara, maka pengaruhnya dapat dipulihkan. Berbeda halnya jika kekeringan terjadi pada fase reproduktif, seperti ketika pembungaan dan pengisian gabah, pengaruh stress kekeringan pada fase ini sulit dipulihkan dan dapat berakibat puso atau gagal panen.

Seperti diketahui air merupakan salah satu input yang sangat penting bagi sistem produksi padi sawah yang mengkonsumsi air lebih banyak dibandingkan bila ditanam di luar lahan sawah yang tidak selalu digenang. Ketersediaan air tidak hanya mempengaruhi produktivitas tanaman, luas areal tanam dan intensitas pertanaman, tapi juga berpengaruh terhadap potensi perluasan areal baru, bahkan menentukan kualitas produksi gabah.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI