Program cetak sawah dorong peningkatan produksi padi

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3758
10 Juli 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3758

Dua tahun terakhir program cetak sawah terus digenjot perluasannya. Beberapa daerah sudah merasakan manfaat cetak sawah ini.

Sinar Tani
Dahulu Maulidin tidak pernah menyangka bisa me lihat sawah menguning Desa Kayumoyondi, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongon dow Timur, Sulawesi Utara. Keberadaan lahan sawah seluas 27 ha yang ada di daerahnya tersebut merupakan hasil cetak sawah baru yang dilakukan Kementerian Pertanian di tahun 2016-2017.

”Luasan itu dikelola beberapa kelompok. Saya mengelola 8 ha bersama Kelompok Tunar Baru,” ujarnya. Maulidin menuturkan, kegiatan cetak sawah di desanya tergolong sukses karena semenjak dibuka bulan Juli 2017, di musim tanam Oktober 2017 sudah bisa digunakan. ”Januari 2018 kemarin sudah panen,” tuturnya. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), total keseluruhan cetak sawah di Boltim atas bantuan pemerintah pusat mencapai 200 ha.

Hingga Januari 2018 sudah ada dua daerah yang melakukan panen yakni Buyat dan Kayumoyondi. Panen pertama di Buyat seluas 21 ha di Desember, kemudian Kayumoyondi di areal 8 ha. Manfaat cetak sawah baru juga dirasakan oleh petani Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Di tahun 2017, ditargetkan seluas 300 ha dan yang selesai cetak seluas 314 ha. Adapun lokasi persawahan seluas 314 ha tersebut berada di beberapa desa. Di antaranya Desa Posilagon, Onggunoi, Onggunoi Selatan, Dumagin B, Soguo dan Desa Salongo.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bolsel, Surahman Sugeng Purwono mengemukakan, hasil kerja sama dengan TNI AD ini berdampak positif terhadap perkembangan pertanian yang mengandalkan sawah sebagai media tanam.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI