Duet Barantan-Polri hadapi bio dan agroterrorism

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3759
16 Juli 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3759

Duet Barantan-Polri. / Foto : dok. Sinar Tani

Sinar Tani
Di era pasar bebas yang rawan dengan bio dan agroterrorism, Badan Karantina Pertanian (Barantan) tidak ingin ‘kecolongan’ masuknya berbagai hama penyakit atau Organisme Peng­ganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), bahkan narkoba melalui produk pertanian. Untuk mengantisipasi hal tersebut Barantan bersama dengan Polisi Republik Indonesia (Polri) menandatangani perpanjangan kerjasama mencegah hal ter­sebut terjadi.

Bahkan demi keamanan bangsa dan negara, kedua belah pihak bersama-sama memasang badan untuk penghadapi para bio dan agroterrorism. Kepala Barantan, Banun Harpini mengatakan, produk pangan impor sangat memungkinkan menjadi media untuk masuknya agen-agen bio dan agroterrorism. Seperti antraks, OPTK dan lainnya yang tidak kasat mata dilihat. Bahkan sudah terjadi narkoba dalam kontainer yang ditutupi komoditas pertanian.

“Karena itu sinergisitas seluruh pihak harus dilakukan supaya itu (agen dan bio agroterrorism) tidak sampai masuk ke negara Republik Indonesia,” katanya saat dengan penutupan Bulan Bakti Karantina ke-141 dan penandatanganan per­pan­jangan kerjasama dengan Polri.

Pada kesempatan itu, Banun mengungkapkan, kerjasama dengan Polri sudah berjalan sejak satu dekade yang lalu atau hampir 10 tahun yang lalu. Untuk melanggengkan siner­gi­sitas, Barantan dan Polri memperpanjang kerjasama. Per­pan­jangan kerjasama tersebut men­cakup pengembangan kapasitas SDM, pertukaran data informasi, penegakkan hukum.

“Kami merasa sangat strategis untuk terus menerus bersinergi dengan seluruh aparat atau lembaga penegakan hukum, juga lem­baga pendidikan dan pelatihan dalam rangka memperkuat peng­awasan perkarantinaan,” tuturnya.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI