Ida Farida, dorong KWT kembangkan pangan khas daerah

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3761
30 Juli 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3761

Ida Farida. / Foto : dok. Sinar Tani

Sinar Tani
Tak banyak kaum perempuan yang berambisi kuat ingin mendongkrak pamor pangan lokal khas daerah. Ida Farida adalah salah satu dari sosok yang langka itu. Sebagai pimpinan Kelompok Wanita Tani (KWT) ia sangat ingin menjadikan pangan lokal berjaya di negeri sendiri.

Menjabat Ketua KWT Sinar Makmur, Desa Cikondang, Kabu­paten Pande­glang, Provinsi Banten, Ida Farida tak pernah jemu mendorong KWT yang dinakhodainya untuk terus berkreasi menghasilkan aneka produk kuliner berbahan baku hasil per­tanian lokal.

Karenanya tak meng­heran­­kan bila kini di wilayah Pandeglang banyak ber­edar produk camilan dari ubi ungu, sukun, sagu mocaf dan talas beneng. ”Jadi kalau ada anggota masyarakat yang ingin menikmati stik ubi ungu atau keripik sukun datang saja ke KWT kami dijamin akan bisa menikmati produk yang berkualitas,” kata Ida Farida saat diwawancarai Sinar Tani di acara Gelar Pangan Nusantara yang berlangsung di Jakarta, belum lama berselang.

KWT Sinar Makmur sejak awal pembentukannya di tahun 2014, menurut Ida, memiliki tujuan untuk mengupayakan bagai­mana agar para wanita yang ada di Pandeglang mampu meman­faatkan aneka bahan pangan lokal setempat dan bisa mendapatkan penghasilan sendiri.

”Saya itu awalnya suka bantu-bantu kelompok tani, lama-lama muncul hasrat agar kaum wanita di sini mampu juga memperoleh peng­­hasilan sendiri. Akhirnya saya kon­sultasi dengan pe­­nyu­luh pertanian dan me­reka menyarankan untuk mem­bentuk KWT,” cerita Ida.

Dengan dukungan anggota yang kini mencapai 20 orang, KWT Sinar Makmur kini sukses menjalankan bisnis pangan olahan lokal. Setiap hari KWT meng­hasilkan produk berupa stik, tepung, mie instan, keripik, brownis dan masih banyak lainnya.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI