Negara ASEAN sapkan solusi tekan kehilangan hasil pertanian

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3761
30 Juli 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3761

Training pengaplikasian teknologi pasca panen untuk menekan kehilangan hasil pertanian negara ASEAN. / Foto : dok. Sinar Tani

Sinar Tani
Masyarakat pertanian di kawasan negara ASEAN menjalin kerja sama untuk menyiapkan sejumlah solusi menekan kehilangan hasil komo­ditas pertanian. Upaya yang dilakukan dengan saling berbagi ilmu mengenai pengaplikasian teknologi pasca panen yang dapat menurunkan kehilangan hasil di tingkat petani.

”Negara ASEAN bahkan kini melaksanakan proyek bersama untuk menekan kehilangan hasil tiga komoditas pertanian utama. Hasil dari proyek ini dirumuskan bersama untuk direkomendasikan ke pemerintah di negara masing-masing,” jelas Kepala Bidang Kerja Sama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Balai Besar Litbang Pasca Panen Kementan, Evi Savitri Iriani di sela acara training pengaplikasian teknologi pasca panen untuk menekan kehilangan hasil pertanian, di Bogor, beberapa waktu lalu.

Kegiatan training yang diikuti 30 peserta dari 10 negara ASEAN itu merupakan bagian dari proyek kerja sama tersebut. Melalui proyek yang berlangsung satu tahun ini, menurut Evi, para ilmuwan dan peneliti di kawasan ASEAN sharing pengetahuan mengenai teknik pengaplikasian teknologi untuk menekan kehilangan hasil komoditas pertanian.

Dalam hal ini disepakati negara Indonesia memberikan pemaparan untuk pengaplikasian teknologi pasca panen komoditas sayuran (cabai) Vietnam untuk padi-padian (beras) dan Thailand untuk komoditas buah (nanas).
”Hasil dari paparan tiga komoditas itu akan dirangkum di Bali dan rumusannya dijadikan rekomendasi bersama,” tutur Evi.

Ia mengemukakan, salah satu yang dipresentasikan pihak Indo­nesia adalah pengaplikasian teknologi ozon di kegiatan pasca panen komoditas cabai. Peng­gunaan teknologi ozon telah terbukti dapat menekan kehilangan hasil panen cabai menjadi di bawah 30 persen dan sangat potensial diaplikasikan di tingkat petani.nIra

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI