Menjaga produksi padi saat musim kemarau

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3764
20 Agustus 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3764

Kekeringan mulai melanda sawah di sentra produksi padi. Namun Kementerian Pertanian telah bersiap menghadapi kondisi iklim yang sudah menjadi rutinitas tahunan itu. Beberapa langkah strategis sudah disiapkan untuk mengantisipasi puncak musim kemarau.

Sinar Tani
Berdasarkan perkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau bakal terjadi Agustus dan September 2018. Direktur Irigasi dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP), Rahmanto mengatakan, areal persawahan yang terkena kekeringan hingga periode 13 Agustus 2018 seluas 127.101 ha dan puso 25.405 ha.

Kekeringan terbesar terjadi pada Mei-Juli 2018 seluas 87.827 ha dan sampai terjadi puso seluas 22.153 ha. Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi provinsi yang paling terdampak kekeringan. Persentase puso di Pulau Jawa hanya mencapai 18.428 ha dari 1.292.502 ha atau 1,42%. Puso di luar Jawa 3.725 ha dari 1.916.527 ha atau 0,19%. Sehingga secara nasional lahan sawah terkena puso hanya 0,69% atau 22.153 ha dari 3.209.029 ha.

Nah, sejumlah langkah antisipatif yang sudah dilakukan diyakini akan mampu menjaga produksi pertanian, khususnya padi. “Seluruh pejabat Kementan dan kita bersama-sama turun ke lapangan untuk membantu petani langsung di lahan sawah mereka. Mencari sumber air dan mempertahankan pertanaman 1 juta ha pada Agustus ini agar tetap panen,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto menyatakan, sejumlah langkah komprehensif sudah dilakukan untuk mengamankan tanaman padi dari kekeringan. Antara lain, percepatan tanam pada daerah yang belum mengalami kekeringan, penggunaan bibit padi khusus untuk lahan kering, serta penerapan teknologi dan mekanisasi untuk penyediaan air.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI