UPJA Taju Jawa, garap bisnis sewa alsintan ke Kota Gudeg

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3766
14 September 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3766

Sampai saat ini UPJA Taju Jawa tetap komitmen menjalankan usaha jasa alat mesin alsintan.

Sinar Tani
UPJA Taju Jawa terus berupaya mendorong sebanyak mungkin petani menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk kegiatan olah tanah, tanam, sampai panen. Karenanya UPJA yang berdomisili di Kawasan Prambanan Jawa Tengah ini melebarkan sayap bisnis persewaan bisnis alsintannya hingga ke wilayah Yogyakarta.

Direktur Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Taju Jawa, Didik Purwadi Nugroho menga ta kan, meskipun lahan sawah di Kecamatan Prambanan pada umumnya tadah hujan, minat petani setempat untuk menggunakan alsintan cukup tinggi.

“Khususnya pada musim rendengan (Desember-Maret) minat petani di Kecamatan Prambanan dan sekitaranya cukup tinggi. Pada bulan-bulan ter sebut banyak petani yang melakukan olah tanah dengan traktor dan sebagian mulai tanam padi dengan rice transplanter.

Nantinya, pada awal April sudah banyak yang panen dengan combine harvester,” papar Didik, di Jakarta. Petani di Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Kab. Klaten, menurut Didik selama satu tahun bisa panen padi dua kali. Karena lahannya tadah hujan, produktivitasnya sekitar 5-6 ton gabah kering panen (GKP)/ha.

Pada musim kemarau seperti saat ini petani Desa Kebondalem Lor banyak yang beralih menanam palawija (jagung) dan sayuran seperti kacang panjang dan sawi. Sebagian petani lainnya menanam tembakau.

Pada bulan Mei-Oktober, lanjut Didik, petani Desa Kebondalem Lor pada umumnya tak menanam padi. Kendati tak tanam padi, mereka tetap menggunakan traktor untuk tanam jagung, cabai, timun, melon, kacang panjang dan sawi. “Pada

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI