Kementan-PBNU kian mesra, tanam perdana jagung serentak

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3766
14 September 2018

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3766

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (tengah, peci hitam) saat pencanangan tanam jagung serentak kerjasama dengan PBNU, di Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Sinar Tani
Dengan melibatkan kalangan pesantren, tanam perdana jagung dipusatkan di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Selasa (4/9). Penanaman serentak berlangsung di Lampung, Bengkulu, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Jawa Timur dan NTB.

Kegiatan itu dihadiri Ketua Bidang Ekonomi PBNU, Umarsyah; Asisten Teritorial Angkatan Darat, Mayjen TNI Supartodi; anggota DPD RI, Anang Prihantoro dan Bupati Pringsewu, Sujadi. Hadir juga Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar.

Ketua Bidang Ekonomi PBNU, Umarsyah mengatakan, kerja sama dengan Kementan dimaksudkan untuk mendorong peningkatan produksi jagung, sehingga swasembada terus terjaga dan petani semakin sejahtera. Selain itu juga untuk menyelesaikan segala persoalan petani. Misalnya kesulitan modal petani dan harga jatuh saat panen raya.

“Inilah tujuan PBNU berjalan bareng Kementan untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan membangun mitra kerja. Kami ajak BNI dan BRI memberikan kredit usaha rakyat kepada petani dengan bunga rendah,” ujarnya.

Dengan demikian, petani tidak lagi kesulitan modal untuk usaha tani. Ketika panen, Kementan memberikan pengering jagung dan menyediakan pembeli, sehingga tidak perlu kuatir harga jatuh walaupun rendemen rendah.

Ke depan, lanjut Umarsyah, kerja sama Kementan dengan PBNU tidak hanya budidaya jagung, tetapi juga pengembangan padi dan kedelai. Dengan begitu, swasembada padi, jagung dan kedelai bisa diwujudkan. “Ini penting agar keanehan negara kita yang subur yaitu impor bisa terhapuskan. Indonesia tidak lagi sedikit-sedikit impor. Ini harus kita hentikan,” tegasnya.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI