Abon telur, unik dan lezat

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3798
6 Mei 2019

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3798

Biasanya abon terbuat dari daging sapi, ayam dan ikan. Tapi kini ada olahan abon yang terbuat dari telur atau telor.

Sinar Tani
Abon adalah makanan yang terbuat dari serat daging hewan. Penampilannya biasanya berwarna cokelat terang hingga kehitam-hitaman karena dibumbui kecap. Abon tampak seperti serat-serat kapas, karena didominasi serat-serat otot yang mengering yang disuwir-suwir. Karena kering dan nyaris tak memiliki sisa kadar air, abon biasanya awet disimpan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dalam kemasan yang kedap udara.

Selain terbuat dari bahan dasar daging (sapi, kambing, kuda, babi, dan domba), ada beberapa abon yang pembuatannya memakai bahan dasar dari makanan laut, seperti ikan tuna, ikan lele, ikan tongkol, belut, kepiting laut, dan udang. Namun ternyata abon juga bisa dibuat dari telur, dengan rasa dan kandungan gizi yang tak kalah dengan abon daging lainnya. Bahkan cara pembuatannya sangat mudah dan murah.

Teknologi dan peralatan yang digunakan juga sederhana dan relatif tidak memerlukan investasi modal yang besar. Salah satu pengusaha yang sudah berhasil memasarkan abon telur adalah Salmia dengan produknya Mia Abon dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Produk UKM Mia Abon milik Salmia, sudah memiliki sertifikat halal bernomor 06050011941018 dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Ide awalnya saya dari mencicipi abon telur di kondangan saudara. Saya langsung eksekusi coba sendiri. Saya awalnya membuat 10 kilogram abon telur yang dijual ke kalangan tetangga dan keluarga. Responnya sangat positif. Karena pesanan langsung masuk beberapa hari setelahnya,” bebernya. Harga Mia Abon yang dijualnya juga tergolong murah yaitu Rp 20 ribu per bungkus dengan berat isi 200 gram. Bagi yang ingin pesan banyak bisa langsung pesan ke rumah,” tutur Salmia yang mengaku mendapatkan orderan dalam sebulan sampai 100 kg abon telur.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI