Pertanian di 74 tahun kemerdekaan

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3810
12 Agustus 2019

Tabloid Sinar Tani - Edisi 3810

Menteri Pertanian Amran Sulaiman

Sinar Tani
Alhamdulillah, 74 tahun merdeka, program pemerintah kita telah masuk dalam sistem pertanian modern. Proses mekanisasi salah satunya untuk menekan biaya produksi. Jadi pertama pertanian ini harus kita rubah. Kita harus mentransformasikan menjadi pertanian modern. Salah satu yang kita lakukan adalah mekanisasi yang harus kita dorong.

Mekanisasi tujuannya adalah menekan biaya produksi, meningkatkan planting index. Dulu produksi tanaman hanya bisa panen sekali dalam setahun. Namun, dengan program mekanisasi dan bibit unggul maka produksi pertanian dapat dipercepat.

Sebagai contoh, 70 persen bibit pertanian kini menggunakan bibit unggul sehingga produksinya meningkat menjadi 3 kali lipat. Tanamannya dulu dari satu kali menjadi dua kali dan tiga kali setahun. Lalu meningkatkan kualitas kemudian meningkatkan produktivitasnya.

Mimpi besar saya adalah membangun rain water system yang dapat menampung air hujan yang jatuh dan dimanfaatkan untuk pertanian. Insya Allah 2045, Indonesia jadi lumbung pangan dunia. Patut kita syukuri juga, ekspor pertanian pada Juli 2019 mencapai Rp 1,1 triliun.

Produk pertanian yang diekspor berjumlah 80 jenis komoditas, beberapa di antaranya bulu bebek, asinan salak, gaharu, teh, kapas, bubuk coklat dan lain-lain. Komoditas tersebut dikirim ke sejumlah negara, seperti Vietnam, Malaysia, Arab Saudi, Amerika Serikat, Rusia, dan Argentina. Adapun aktivitas ekspor dikirim melalui dua lokasi, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Banten.

Khusus Argentina, saya bersyukur upaya saya berkunjung ke ”Negeri Tango” untuk menemui Presiden Mauricio Macri dalam rangka mempromosikan komoditas unggulan di Indonesia kini membuahkan hasil. Alhamdulillah hasilnya kita dapat mengekspor kapas ke sana 18,8 ton dengan nilai Rp 1,1 miliar.

Tabloid Sinar Tani dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI