Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai pemerintah belum optimal mendorong sektor pariwisata. Itu karena tidak menggunakan strategi tambahan. Ketua Umum PHRI, Hariyadi B Sukamdani mengatakan, salah satu penyebab kunjungan wisawatan mancanegara tak signifikan lantaran pemerintah menonaktifkkan Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI).
“Rupanya dampak dari dinonaktifkannya BPPI sangat signifikan. Kami kehilangan jalur untuk melakukan penjualan produk pariwisata Indonesia di luar negeri,” ujar Hariyadi di Jakarta, kemarin (21/11).
Selama ini, kata...
Baca artikel selengkapnya di edisi 23 November 2019

Sumatera Ekspres dapat dibaca gratis dalam masa terbatas di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya koran edisi ini

Sabtu, 23 November 2019


Artikel lainnya