LUBUKLINGGAU – Anggur yang marak dijual di beberapa akses jalan di Lubuklinggau sebelumnya terindikasi mengandung formalin dan pestisida. Indikasi ini merupakan hasil pengecekan yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Lubuklinggau dengan menggunakan alat.

Hanya saja, sehari sesudahnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lubuklinggau menyatakan anggur tersebut negatif. Artinya tak mengandung formalin. “Jadi untuk hasil uji formalin dari kami, hasilnya negatif, tidak mengandung formalin,” kata Kepala BPOM Lubuklinggau, Afdil Kurnia.

Dikatakan,...
Baca artikel selengkapnya di edisi 12 September 2019

Sumatera Ekspres dapat dibaca gratis dalam masa terbatas di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya koran edisi ini

Kamis, 12 September 2019


Artikel lainnya